Jumat, Mei 24, 2024
Google search engine
BerandaWisata & TravelKadis Parbudpora Pidie: Setop Pungli di Pantai Mantak Tari

Kadis Parbudpora Pidie: Setop Pungli di Pantai Mantak Tari

Sigli (Waspada Aceh) – Masyarakat memprotes adanya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum warga, di jalan masuk objek wisata Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.

Atas adanya pungli tersebut, Kadis Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga, (Disparbudpora), Kabupaten Pidie, Apriadi, Minggu (17/2/2019), mengungkapkan kekecewaannya terhadap oknum-oknum yang melakukan pungli.

“Itu jangan dilakukan dulu. Tunggu ada aturan lebih lanjut berupa peraturan bupati (Perbub) atau qanun. Gampong (desa-red) juga harus buat qanun dan nanti berkoordinasi dengan kabupaten, sehingga tidak ada yang namanya Pungli,” tegas Apriadi.

Petugas dari Polsek berpatroli di sekitar objek wisata Pantai Mantak Tari, untuk mencegah adanya Pungli oleh oknum warga sekitar terhadap pengunjung. (Foto/Muhammad Riza)

Berdasarkan pengakuan sejumlah warga pengunjung kepada Waspadaaceh.com, setiap Minggu, beberapa oknum warga gampong (desa-red) setempat berdiri di jalan masuk menuju objek wisata Pantai Mantak Tari untuk memungut uang masuk.

Kepada pengunjung oknum warga itu memungut biaya masuk dengan jumlah bervariasi. Pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua, dipungut Rp5000 dan mobil Rp10.000.

Aksi sejumlah oknum warga gampong sekitar yang “memalak” pengunjung di lokasi objek wisata Pantai Mantak Tari, sangat meresahkan.

Kapolres Pidie AKBP Andy NS Siregar, melalui Kapolsek Simpang Tiga, Iptu Mursal, mengatakan, untuk memberikan kenyaman dan keamanan bagi warga pengujung lokasi objek wisata Pantai Mantak Tari, pihaknya sejak beberapa pekan terakhir ini terus melakukan patroli ke lokasi pantai itu.

“Tadi kami waktu patroli ada menemukan beberapa warga sekitar yang sedang memungut biaya masuk pada pengujung dengan dalih biaya parkir. Mereka langsung kita amakan, serta mengingatkan di depan tokoh dan keuchik gampong setempat untuk tidak mengulangi perbuatannya,” kata Iptu Mursal.

Kadis Parbudpora, Pidie Apriadi, mengungkapkan, objek wisata Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, yang luluh lantak akibat bencana gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004, sejak 2018 telah dibangun kembali menggunakan sumber Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Rp600 Juta. Dana itu untuk membangun beberapa fasilitas.

Menurut dia, sejumlah fasilitas yang telah dibangun itu saat ini belum dilakukan serah terima.

Menyangkut sumber air bersih, Apriadi mengungkapkan, untuk tahun ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR untuk pengeboran air bawah tanah.

“Khusus untuk bangunan Gapura Indetitas, saat ini salah satu huru telah copot yaitu T. Kami sudah sampaikan ke provinsi Aceh supaya dapat segera ditindak lanjuti” katanya.

Apriadi mengungkapkan objek wisata Pantai Mantak Tari, awalnya dibangun oleh mantan Gubernur Aceh, almarhum Ibrahim Hasan. Pada bencana gempa bumi dan tsunami 2004, lokasi wisata pantai ini rusak.

Program pembangunan lokasi wisata ini kembali direncanakan oleh Pemkab Pidie. Pada tahun 2017 dana Otsus ditarik ke Provinsi Aceh, kemudian perencanaan itu dipakai oleh pihak provinsi untuk pembangunan lanjutan Pantai Mantak Tari.

Apriadi menjelaskan, tujuan Pemkab Pidie membangun Pantai Mantak Tari, tentunya ingin membangun ekonomi masyarakat setempat.

“Kita harap masyarakat dapat berjualan d isitu, sehingga tumbuhlah ekonomi masyarakat. Tapi jangan hanya mengejar tumbuh ekonomi, menyangkut dengan syariah itu tetap dijalankan,” tandasnya. (b10)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER