BerandaBeritaKabut Asap Selimuti Medan, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Kabut Asap Selimuti Medan, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Medan (Waspada Aceh) – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Medan dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas udara yang signifikan, sehingga pihak berwenang mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (AQMS) pada Rabu siang (14/10/2026), salah satu titik pemantauan di Kota Medan mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 116, yang masuk kategori Tidak Sehat.

Dampak kesehatan dapat langsung dirasakan oleh kelompok sensitif. Individu sehat mungkin mengalami kesulitan bernapas dan iritasi tenggorokan jika terpapar dalam waktu lama. Batasi aktivitas di luar ruangan.

“Cukup terasa di hidung. Mengganggu pernapasan,” kata Hendrik, warga kota Medan.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan menyebut bahwa kabut asap yang menyelimuti kota diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Pola angin yang bertiup membawa partikel asap tersebut hingga ke wilayah Kota Medan.

Pemantauan kualitas udara mendeteksi keberadaan polutan berupa partikel halus PM2.5, partikel PM10, serta gas sulfur dioksida (SO₂). Partikel halus PM2.5 menjadi yang paling diwaspadai karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat menembus saluran pernapasan dan masuk ke dalam aliran darah, berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jangka pendek maupun panjang.

Kelompok yang paling rentan terhadap paparan polutan ini antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru-paru kronis. Gejala yang dapat muncul meliputi batuk, sesak napas, iritasi mata dan tenggorokan, hingga memperburuk kondisi penyakit yang sudah ada.

Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala. Untuk sementara, masyarakat diimbau:

Membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat ISPU berada di tingkat Tidak Sehat. Menutup jendela dan pintu rumah agar udara luar tidak masuk ke dalam ruangan

Menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus saat harus beraktivitas di luar. Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan

Pihak berwenang juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau limbah di lingkungan masing-masing agar tidak memperburuk kondisi kualitas udara yang sudah ada saat ini. Pemantauan akan terus dilakukan dan informasi perkembangan kondisi udara akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER