Minggu, April 14, 2024
Google search engine
BerandaKabut Asap di Medan Semakin Mengkhawatirkan, Mulai Masuk ke Wilayah Aceh

Kabut Asap di Medan Semakin Mengkhawatirkan, Mulai Masuk ke Wilayah Aceh

Medan — Paparan kabut asap kiriman akibat Karhutla Provinsi Riau semakin mengkhawatirkan dan mempengaruhi kesehatan warga Kota Medan. Bahkan kabut asap juga dilaporkan telah sampai ke beberapa daerah di Provinsi Aceh.

Pantauan waspadaaceh, Minggu (22/9/2019), paparan kabut asap terlihat jelas di Kota Medan. Kabut asap ini merupakan asap kiriman Provinsi Riau akibat terjadinya Karhutla dan sudah masuk kategori mengkhawatirkan.

Dilaporkan sudah banyak anak-anak dan orang dewasa terpapar kabut asap menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Umumnya, penderita ISPA mengalami batuk, sakit tenggorokan dan flu.

Kabid Pengendalian Pencemaran Kelurasakan Lingkungan (P2KL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Fahmi Harahap, mengatakan bahwa kualitas udara di Kota Medan sudah masuk kategori mengkhawatirkan.

“Kualitas udara sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Informasi yang kita dapat dari DLH Sumut,” kata Fahmi.

Informasi yang dia terima menyebutkan bahwa saat ini DLH Sumut sedang membuat nota dinas kepada Gubernur Sumut, agar dikeluarkan surat edaran kepada masyarakat, yakni imbauan untuk menggunakan masker ketika beraktifitas di luar rumah.

“Untuk yang sudah lanjut usia (Lansia) dan anak-anak, pada situasi saat ini sebaiknya tidak usah beraktifitas sampai keluar rumah,” jelasnya.

Namun, dia belum bisa memastikan apakah anak sekolah akan diliburkan akibat kualitas udara yang mulai memburuk karena karhutla di Jambi, Riau dan Sumsel tersebut.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya 211 titik panas di 9 kabupaten di Provinsi Riau. Dari jumlah itu, 150 di antaranya merupakan titik api akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Staf Analisa BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami mengatakan, titik panas terdeteksi paling banyak di kawsan Kabupaten Indragiri Hilir yakni 68 titik. Kemudian disusul Indragiri Hulu 45 titik.

“Pelalawan 36 titik, Rokan Hilir 25 titik, Kampar 12 titik, Bengkalis 9 titik, Dumai 6 titik, Kuansing 5 titik, dan Kepulauan Meranti 5 titik,” katanya.

Untuk jarak pandang, Sanya mengungkapkan, di Pekanbaru hanya 500 meter karena kabut asap. Sedangkan tiga daerah lainnya di bawah 1 kilometer.

BMKG Aceh juga menyebut kabut asap sudah mulai menyelimuti berbagai daerah di provinsi paling barat Indonesia. Asap bahkan dilaporkan juga mulai menggangu penerbangan.

“Dalam analisis kami kabut yang menyelimuti sebagian wilayah Aceh, kami duga kemungkinan adalah kabut asap yang terbawa angin dari Karhutla yang terjadi di propinsi lain di Sumatra,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad.

Dia menjelaskan, bila diperhatikan dari peta sebaran asap yang dikeluarkan BMKG Pusat, pada Selasa (17/9/2019), ditandai dengan garis berwarna merah bahwa sebaran asap sudah mulai mendekati Aceh.

“Dan juga kita kaitkan dengan peta titik panas dalam beberapa hari terakhir bahwa tidak terdeteksi titik panas di wilayah Aceh,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa beberapa kabupaten/kota di Aceh sudah mulai terpapar kabut asap seperti di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Aceh Utara, Lhokseumawe dan Bireuen. Bahkan kabut asap itu mulai mengganggu penerbangan.

“Begitu juga setelah kami chek ke Stasiun Meteorologi (BMKG) Malikussaleh Lhokseumawe, jarak pandang berkisar antara 2-4 kilometer. Khusus untuk penerbangan lapangan terbang Malikussaleh sudah mulai terganggu, kalau di daerah lain belum,” katanya.

Kemudian, dia menjelaskan kabut asap tersebut masih bertahan karena di daerah yang terkena imbas asap tersebut belum turun hujan dan juga angin yang relatif tenang atau angin calm. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER