Jumat, Juni 21, 2024
Google search engine
BerandaJokowi: Angkot, Bus dan Taksi di Sumatera Utara Paling Terdampak Virus Corona

Jokowi: Angkot, Bus dan Taksi di Sumatera Utara Paling Terdampak Virus Corona

Medan – Sumatera Utara diprediksi bakal menjadi provinsi paling terkena dampak dalam skenario sedang terkait virus Corona, khususnya untuk sopir angkutan kota (angkot), bus dan taksi.

“Kemudian untuk sopir angkot dan ojek, yang paling berat di Sumatera Utara, ini turunnya hampir sampai 44 persen. Angka-angka seperti ini mohon dikalkulasi secara detail di daerah sehingga persiapan bantuan sosial dan kota kabupaten betul-betul bisa disiapkan lewat yang tadi disampaikan,” kata Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), saat memimpin ratas bersama para gubernur seperti ditayangkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3/2020).

Kata Jokowi, skenario juga telah dihitung, dan dikalkulasi mengenai prediksi dari COVID-19 Indonesia. Pada kesempatan itu Jokowi juga memaparkan situasi dan kondisi beberapa provinsi lainnya di Indonesia, sebagai dampak dari penyebaran virus Corona atau COVID-19 tersebut.

“Bulan April seperti apa, bulan Mei seperti apa. Skenario buruk seperti apa, skenario ringan seperti apa, dan saya kira ingin kita berada skenario yang ringan. Kalau memang betul-betul sulit dibendung, ya kita paling tidak masuk ke skenario sedang jangan sampai masuk ke skenario paling buruk,” kata Jokowi.

Kondisi Terkini di Sumatera Utara

Sementara itu, polisi sudah mulai membatasi perkumpulan atau keramaian di suatu tempat di Kota Medan sejak, Senin malam (23/3/2020). Polisi bahkan melakukan razia sekaligus memberikan edaran Maklumat Kapolri tentang larangan berkumpul yang berpotensi akan penyebaran virus COVID-19.

Selain itu, ojek online dan pedagang mulai mengeluhkan sepinya penumpang dan pembeli membuat omset mereka menurun drastis. Salah satunya diungkapkan driver Gocar, Jhoni.

Jhoni mengatakan dalam sehari hanya 7 order penumpang yang didapatnya. “Mulai Subuh, saya keluar. Sampai sore, cuma 7 orderan yang masuk. Kalau sampai malam sepi. Padahal hari biasanya (sebelum kasus Corona) bisa 18 orderan,” kata warga Rusunawa Tanjung Mulia ini.

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang minuman aneka rasa di Jalan Perhubungan Percut Sei Tuan, Sugiatmo. Dia mengaku omset dagangan setiap hari hanya tinggal Rp70 ribu, artinya dia hanya menjual 7 cup es.

“1 cup harga Rp10ribu. Sepi kali. Tidak ada orang beli. Kondisi kayak gini. Saya mau tutup tidak bisa karena banyak tanggungan,” jelasnya.

Ojek online juga menerima dampaknya. Salah satunya, diungkapkan Hamzah. Driver ojol ini mengaku orang berpergian menggunakan ojol menurun drastis, bahkan pesanan makanan online juga turun.

“Susah. Mau kayak mana. Harus keluar cari nafkah. Jika tidak kita tidak makan di rumah. Belum lagi untuk bayar cicilan sepeda motor,” tuturnya.

Pengamatan Waspadaaceh.com, Selasa siang ini (24/3/2020), mall-mall di Medan juga terlihat sepi. Sejumlah mall diantaranya Sun Plaza, Center Point, Plaza Medan Fair dan Manhattan Time Squre sepi.

Sepinya pusat-pusat perbelanjaan berakibat sepinya pula penumpang angkutan kota (angkot), taksi online, beca dan ojek. Ditambah lagi setelah adanya dua pasien PDP yang dilaporkan meninggal dunia di Medan. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER