Beranda Aceh Jangan Buang Sampah Ke Danau Lut Tawar

Jangan Buang Sampah Ke Danau Lut Tawar

BERBAGI

TAKENGEN (Waspada): Sebagian masyarakat di seputaran Danau Lut Tawar, masih membuang sampah sembarangan. Danau kebanggaan Aceh ini menjadi sasaran. Demikian dengan pengunjung juga masih belum mampu menjaga kebersihan dan keindahan danau.

Sampah, bahkan limbah pestisida masih terlihat di danau. Pencemaran itu harus dihentikan. Danau laksana kembaran Tongging Sumatra Utara ini harus diselamatkan. Sampah di seputaran danau dapat dijadikan nilai ekonomis.

“Kita sudah minta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke danau,” sebut Bupati Aceh Tengah Shabella Abubakar, menjawab Waspada Minggu (18/2), sehubungan dengan masih adanya masyarakat yang membuat sampah ke danau.

“Orang tua kita dulu,” sebut bupati,” tidak membuang sampah sembarangan. Mereka menyiapkan lubang untuk sampah. Bahkan saat sore, dapat kita lihat hampir di setiap rumah ada asap dari pembakaran sampah”.

“Kini budaya yang luhur itu harus kita kembalikan, terlebih lagi kepada masyarakat yang mendiami kawasan seputaran Danau Lut Tawar. Para reje (kepala desa), sudah kami intruksikan untuk mengolah sampah di kampung kampung. Sampah itu harus dikembalikan ke tanah berupa pupuk,” sebut Shabella.

Masyarakat, sebutnya, harus menjaga danau agar terpelihara dari pencemaran. Budaya yang tidak baik dengan membuang sampah ke danau, harus dihilangkan dan dibudayakan dengan kebiasaan memanfaatkan sampah menjadi nilai ekonomi, kata Bella.

Di Aceh Tengah, saat sekarang ini sudah ada bank sampah yang dikelola oleh reje Kampung Lut Kala, Kebayakan. Masyarakat di sini dilatih memanfaatkan sampah, diolah dengan baik hingga menghasilkan nilai ekonomi.

Kurnia Gading, Reje Lut Kala Kebayakan, membeli sampah dari masyarakatnya. Sampah yang sudah dipilah itu ditukar dengan sembako. Warga di sana mengolah sampah menjadi nilai ekonomi baru, dijadikan pupuk. Mesin pengolah sampah di Lut Kala Kebayakan ini,  sudah menjadi nilai ekonomi.

“Masyarakat kita khususnya di seputaran danau harus memiliki mesin pengelola sampah. Minimal setiap kampung ada yang mau dan mengolah sampah menjadi nilai ekonomi.  Danau terselematkan, sumber pendapatan baru juga akan tercipta,” kata bupati. ***

 

BERBAGI