Beranda Inforial Pemerintah Aceh Jaga Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi, Gubernur Aceh: Maksimalkan Pembelajaran Virtual dan...

Jaga Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi, Gubernur Aceh: Maksimalkan Pembelajaran Virtual dan Optimalkan Pustaka Digital

BERBAGI
Gubernur Aceh, Ir.H.Nova Iriansyah, M.T. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dunia pendidikan harus menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kebiasaan baru di masa pedemi COVID-19. Seperti memaksimalkan pembelajaran secara virtual, mengoptimalkan pustaka digital, pelatihan secara daring dengan tetap berpedoman pada standar mutu yang telah ditetapkan.

“Selain itu kita mengajak semua organisasi guru seperti PGRI, IGI, JSDI, dan Kobar GB untuk saling bahu membahu meningkatkan kemapuan guru dalam penguasaan teknologi informasi (TI) untuk mendukung pembelajaran dalam masa COVID-19,” kata Gubernur Aceh Ir.H.Nova Iriansyah, MT, menjawab pertanyaan Waspadaaceh.com, Senin (24/4/2021), terkait Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021.

Sebagaimana diketahui, di masa pandemi COVID-19, proses belajar mengajar di hampir seluruh daerah di Indonesia, bahkan di dunia mengalami perubahan. Lebih setahun proses belajar dilakukan secara daring atau online (virtual), atau perpaduan online dan offline. Untuk itu perlu kreatifitas penyelenggara pendidikan, khsusnya sekolah dan guru, agar mutu pendidikan tetap terjaga dengan baik.

Nova menyebutkan, guru adalah komponen yang berhubungan langsung dengan siswa melalui proses PBM (proses belajar mengajar) sehingga guru menjadi ujung tombak peningkatan mutu pendidikan Aceh. Saat ini, lanjut gubernur,  guru sudah banyak berbuat, namun hasilnya masih belum mengembirakan.

“Guru harus tetap belajar sebelum dia mengajar. Guru harus memiliki motivasi sebelum memberikan motivasi kepada siswa. Guru menjadi panutan bagi siswa dan lingkungan sekolah. Insyallah dengan demikian, pendidikan kita akan lebih baik lagi,” lanjut Gubernur Nova Iriansyah melalui jawaban tertulis.

Gubernur Nova mengatakan, untuk saat ini Aceh focus pada tiga target keberhasilan utama. Untuk jenjang SMA, kata Nova, mengukur tingkat keberhasilan dengan jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi, sedangkan SMK dengan jumlah lulusan yang diterima di industri dan berwiraswasta.

“Sedangkan untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) kita mengukur dengan tingkat kemandirian lulusan.” Tulis Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menjawab pertanyaan tentang kriteria apa yang menunjukkan tingkat keberhasilan pendidikan di Aceh. (abd)