Sabtu, Juli 13, 2024
Google search engine
BerandaKulinerHoco Coffee, Kafe Minimalis yang Nyaman Seperti di Rumah

Hoco Coffee, Kafe Minimalis yang Nyaman Seperti di Rumah

“Bangunan rumah itu dipadukan dengan konsep kekinian yang masih mempertahankan keasliannya”

Menghabiskan waktu bekerja atau bertemu kerabat dan berkumpul bersama keluarga di kafe sudah menjadi gaya hidup. Hal ini juga yang mendorong menjamurnya warung kopi atau coffee shop di beberapa daerah terutama di Provinsi Aceh.

Salah satu kafe kekinian di Kota Banda Aceh yang kini banyak dikunjungi warga, yaitu Hoco Coffee yang berlokasi di Jl Malikul Saleh, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kafe ini bernuansa vintage, memberikan suasana dan atmosfer ruang yang klasik dengan tambahan elemen dekorasi yang cenderung antik.

Dengan gaya khas cat berwarna putih, cokelat dan karamel, serta perpaduan lampu berwarna oranye, menimbulkan kesan tenang dan nyaman.

Kursi-kursi dan meja ditata rapi dengan berbagai ukuran yang sesuai dengan ruangnya. Berbagai dekorasi seperti tanaman menambah suasana ruangan terkesan asri.

Senior Barista Hoco, Ibnu Hajar mengatakan, tren memanfaatkan bangunan tua menjadi salah satu daya tarik komersial. Bangunan rumah itu dipadukan dengan konsep kekinian yang masih mempertahankan keasliannya.

“Pelayanan kita padukan antara keduanya. Bisa self order maupun kami datang langsung ke meja pengunjung, untuk menjaga kenyamanan pengunjung,” kata Ibnu saat jurnalis Waspadaaceh.com mengunjungi Hoco Coffee, Jumat (24/2/2023).

Berbagai menu tersedia, baik makanan maupun minuman, terutama menu kopi yang ditawarkan memiliki cita rasa khas. Pengunjung tidak perlu bingung jika ingin memesan menu recomendeed. Pada daftar menu diberi tanda jika item menu yang yang ditawarkan merupakan menu favorit.

Di Hoco Coffe terdapat menu khas yakni kopi sanger durian yang diracik dengan kopi yang dicampur dengan buah durian. Hoco Coffee tidak hanya dikunjungi oleh kawula muda untuk mengerjakan tugas, bekerja, ataupun sekedar tempat tongkrongan, namun juga sebagai tempat berkumpul bersama keluarga.

Fara, 21, seorang mahasiswa asal Sabang mengajak keluarganya untuk makan malam bersama di Hoco Coffee. Fara yang sedang menempuh pendidikan di Agroteknologi, Fakultas Pertanian USK dibesuk oleh keluarganya yakni ayah, ibu, kakak dan iparnya yang datang dari Kota Sabang.

Mereka bercengkrama begitu hangat sambil menikmati makanan yang mereka pesan. Fara dan keluarga juga memesan sanger durian yang menjadi minuman favorit mereka.

“Kalau ke Banda Aceh, Fara sering mengajak kami makan di sini, selain menunya banyak dan suasanya juga nyaman,” kata Bu Ana, ibundanya Fara.

Fara mengatakan ia mengajak keluarganya makan bersama di Hoco Coffee karena suasana yang nyaman dan banyak menu yang dapat dicoba. Menurutnya pelayanan yang ditawarkan sangat baik.

“Selain suasananya nyaman, menunya juga banyak, apalagi ayah dan mama juga suka ngopi,” kata Fara.

Jasmin, ayah Fara juga mengaku sebagai penikmat kopi, Jasmin kerap berkeliling kota untuk mencari kedai-kedai kopi yang memiliki cita rasa kopi yang enak. Ia mengaku tidak terlalu mementingkan tempat tetapi mementingkan rasa.

“Kalau saya ngopi di warung kopi biasa pun tidak masalah, asalkan kopinya enak dan cocok,” kata Jasmin.

Berbeda dengan ibu Ana, suka berkunjung ke warung kopi yang menjual keduanya, yakni suasana yang nyaman dan kopi yang nikmat.

“Karena ketika kita menikmati secangkir kopi yang memiliki cita rasa yang enak maka harus diimbangi dengan tempat yang nyaman agar semakin sempurna,” kata Bu Ana.

Sementara itu, sorak ucapan happy birthday terdengar dari pengunjung lainnya. Mahasiswa Kedokteran USK yang berjumlah 7 orang ini sedang merayakan ulang tahun sahabatnya Nurrahma Latifa yang ke- 24.

Mereka memilih lokasi tersebut karena suasana yang nyaman dan kekinian. Sambil makan malam bersama, saling bersenda gurau, dan mengabadikan moment berfoto bersama.

“Bukan hanya desainnya yang bagus, makanan dan minumannya juga enak-enak dan bervariasi. Di sini juga banyak sudut-sudut estetik untuk foto instagramable, ” kata Nurrahma.

Nurrahma mengaku sebagai penikmat kopi dengan campuran rasa seperti matcha, taro.
maupun varian lainnya.

Selama 4 tahun di Aceh mahasiswa asal Riau ini merasakan suasana yang berbeda dari kampung halamannya, ngopi menjadi kearifan lokal, terutama dengan menjamurnya warung kopi di Aceh.

“Kini ngopi bukan sekedar minum kopi tapi juga menjadi tren, apalagi kalau lagi ngerjain tugas, berkumpul dan berdiskusi,” tuturnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER