Kamis, Februari 29, 2024
Google search engine
BerandaHindari Konflik Manusia - Harimau, BKSDA Aceh Minta Masyarakat Jaga Kelestarian Habitat...

Hindari Konflik Manusia – Harimau, BKSDA Aceh Minta Masyarakat Jaga Kelestarian Habitat Satwa

Tapaktuan (Waspada Aceh) – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, Selasa (10/11/2021), meminta kepada masyarakat agar menjaga kelestarian habitat harimau untuk mencegah terjadinya konflik dengan manusia.

Kata Agus Arianto, konflik antara manusia dan harimau di Kabupaten Aceh Selatan telah terjadi sejak awal bulan Oktober 2021 sampai dengan saat ini.

“Lokasi konflik ini berpindah-pindah mulai dari Desa Seulekat, Desa Simpang, Desa Krueng Batee, Desa Gunung Kapho dan terakhir di Desa Panton Bili,” katanya.

Satu individu harimau yang diduga induknya, sering terlihat di lokasi tersebut. Sebagai upaya penanganan konflik, Balai KSDA Aceh didukung dengan BBTNGL, Muspika, WCS-IP, dan FKL melakukan berbagai upaya.

“Upaya yang kita lakukan seperti sosialisasi, patroli, pemasangan camera trap di lokasi konflik, upaya penghalauan termasuk dengan mendatangkan pawang, dan memasang kandang jebak,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pengecekan camera trap terdeteksi bahwa ada tiga individu harimau sumatera yang beberapa waktu lalu dilihat warga di Kabupeten Aceh Selatan.

Agus Arianto menyebutkan, tanggal 31 Oktober 2021, satu individu harimau sumatera terlihat di kawasan objek wisata Sigantang Sira. Pasca menerima laporan, katanya, petugas langsung melakukan respon
di lokasi tersebut pada pukul 19.00 WIB dengan melakukan penghalauan.

“Kita melakukan penghalauan dengan
menggunakan sorot cahaya lampu senter, namun justru harimau itu mendekati ke arah datangnya cahaya,” terangnya.

Begitu juga kejadian terakhir yang sempat viral di Desa Panton Bili pada tanggal 7 Nopember 2021, harimau sumatera tersebut kembali terlihat pada pukul 15.30-17.30 WIB.

“Posisi kemunculan harimau tersebut berada di dekat jalan lintas sehingga banyak warga yang mendekat untuk merekam kemunculan harimau
tersebut,” katanya.

Menurutnya, dari beberapa kemunculan harimau sumatera tersebut, berdasarkan hasil rapat teknis bersama tim medis, bahwa harimau sumatera itu menunjukan adanya perilaku yang di luar kondisi normal. Harimau tidak merasa terusik dengan kehadiran manusia yang ada di dekatnya.

Kendati demikian, BKSDA Aceh bersama mitra memasang kandang jebak di sekitar lokasi sebagai upaya pengamanan. Baik bagi masyarakat dan harimau sumatera itu sendiri, katanya.

“Pagi tadi, 1 individu harimau sumatera masuk ke dalam kandang jebak yang berada di Desa Gunung Kapo, Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan,” terangnya.

Hasil identifikasi awal diperkirakan individu harimau sumatera yang masuk ini adalah individu yang sering muncul di beberapa lokasi dan sempat menjadi viral. Saat ini tim medis akan melakukan observasi terhadap individu satwa dilindungi tersebut.

“Sambil menunggu proses observasi yang sedang dilakukan oleh tim medis, BKSDA bersama tim melakukan persiapan terkait rencana pelepasliarannya. Meliputi survei kelayakan habitat dan melakukan koordinasi dengan para pihak,” jelasnya.

“Kami BKSDA Aceh mengucapkan terima kasih dan berharap dukungan semua pihak dalam rangka upaya penyelamatan terhadap harimau sumatera itu,” harapnya. (Faisal)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments