Beranda Editorial Hari Ini, 16 Tahun Lalu

Hari Ini, 16 Tahun Lalu

BERBAGI
ILUSTRASI. Bencana banjir bandang menerjang Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu siang (13/5/2020), mengakibatkan rumah penduduk porak-poranda. (Foto/Bahtiar Gayo)

Hari ini, 16 tahun lalu. Tepatnya 26 Desember 2004, bencana alam Gempa dan Tsunami menerjang sebagian wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Korban jiwa dan kerusakan paling besar, dialami provinsi yang berjuluk “Tanah Rencong” ini.

Sedikitnya 250 ribu orang dilaporkan tewas, dan ratusan ribu lainnya terluka. Ada banyak juga yang mengalami cacat fisik. Kerusakan infrastrutkur luar biasa parah. Tapi Aceh tak berlama-lama meratap. Warga dunia membangun solidaritas, turun ke negeri mayoritas Islam ini, untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Baik membangun insfrastruktur mau pun membantu rehabilitasi kesehatan fisik dan mental warga Aceh.

Hafnidar, satu dari banyak penyintas tsunami yang harus selalu berjuang keras. Di masa seperti sekarang ini, yakni di bulan Desember, adalah hari-hari yang penuh perjuangan.

“Setiap memasuki bulan Desember, saya tidak bisa fokus kerja. Pikiran saya terganggu, ada kecemasan, seolah-olah bahaya itu datang lagi,” kata Hafnidar A Rani, wanita penyintas tsunami Aceh, Kamis (24/12/2020). Bagi Hafnidar, pengalaman tsunami menjadi muhasabah untuk dirinya dan keluarga.

Melihat kehancuran fisik yang disebabkan tsunami waktu itu, terutama di Banda Aceh sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya, kita tak menyangka kini semuanya sudah berubah. Kini bekas-bekas tsunami hampir tak tersisa, kecuali hanya beberapa bangunan atau objek yang memang tetap dipertahankan untuk museum.

Bahkan kini, banyak rumah-rumah besar berdiri, bak istana. Ini bisa dilihat di sekitaran Kota Banda Aceh. Bagai berlomba-lomba mendirikan “istana besar,” seolah kenangan gempa dan tsunami, sudah terlupakan.

Apakah mereka mulai alfa bahwa “murka bumi” Aceh ketika itu juga sebagai bentuk peringatan dari Allah SWT untuk umat manusia? Atau justeru sebaliknya. Orang-orang tetap ingat momen memilukan itu. Untuk itu mereka ingin menghilangkan kesedihan tersebut dengan caranya sendiri-sendiri. Begitulah tsunami telah berlalu 16 tahun lalu. (**)

BERBAGI