Rabu, Mei 29, 2024
Google search engine
BerandaLaporan KhususHari Guru, Refleksi Kemajuan Pendidikan Aceh

Hari Guru, Refleksi Kemajuan Pendidikan Aceh

“Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menghasilkan manusia Indonesia yang terampil dan berkeahlian”

— Kadisdik Aceh, Alhudri —

Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada 25 November 2022, menjadi momentum dan refleksi kebangkitan dunia pendidikan di Aceh. Kadis Pendidikan Aceh Alhudri menyatakan, Hari Guru Nasional ini menjadi momen penting dalam kemajuan dunia pendidikan di provinsi paling ujung Pulau Sumatera tersebut.

“Kita semua bisa berhasil karena berawal dari sosok guru. Saya sangat berterima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada guru yang selama ini sudah bekerja keras dan ikhlas dalam mendidik generasi bangsa untuk menggapai cita-citanya,” kata Alhudri, Jumat (25/11/2022).

Pada momentum ini, jelas Alhudri, tentunya akan menjadi spirit luar biasa. Sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama untuk kembali menata dunia pendidikan secara nasional maupun di Aceh untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

“Kita terus mendorong upaya evaluasi dan refleksi bersama terhadap dunia pendidikan di Aceh khususnya agar semakin lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.

Peran Guru dan Pendidikan Kejuruan

Alhudri juga mengatakan, apa yang sudah dicapai pada hari ini tentu tidak pernah lepas dari peran para guru. “Terima kasih dan apresiasi kami kepada para guru atas dedikasinya. Tetaplah semangat dan tetap ikhlas mendidik generasi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Alhudri menyatakan, peran guru penting sebagai ujung tombak dalam menciptakan siswa terampil dalam menghadapi dunia kerja nantinya setelah lulus. Hal itu disampaikan Alhudri, saat membuka Diklat Pengembangan Guru Produkti SMK Tahun 2022 di SMK Negeri 2 Banda Aceh, Selasa (22/11/2022).

“Pentingnya di sini, karena itu, SMK perlu mempersiapkan dan membekali peserta didiknya dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri melalui tangan-tangan guru SMK produktif ini,” kata Alhudri.

Dia mengatakan seiring semakin berkembangnya pertumbuhan dunia usaha dan industri di Indonesia, maka tuntutan akan tenaga terampil lulusan SMK semakin meningkat.

Alhudri menuturkan, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dunia pendidikan khususnya SMK sangat terbantu, karena akan terciptanya sinergi antar instansi dan lembaga terkait sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dalam usaha mengangkat kualitas SMK.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menghasilkan manusia Indonesia yang terampil dan berkeahlian dalam bidang-bidang yang sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Salah satu pelaksanaan diklat tersebut untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya, melalui peningkatan kompetensi, baik pedagogik maupun profesional. Tidak hanya itu, guru diharapkan memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya.

Dia menjelaskan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh, saat ini sedang melakukan pengembangan dan memprioritaskan peningkatan mutu layanan di sektor pendidikan. Semangat tersebut direalisasikan melalui upaya-upaya nyata dengan berbagai pelatihan kepada para kepala sekolah dan guru.

Kadisdik Aceh, Alhudri menyerahkan sepeda motor secara simbolis kepada delapan pengawas pendidikan Aceh, di salah satu hotel di Banda Aceh, Rabu (16/11/2022). (Foto/Ist)

Diklat ini diikuti guru produktif SMK dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Kegiatan ini sendiri berlangsung di tiga titik yang berbeda, yaitu SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 5 Banda Aceh.

“Besar harapan saya kepada para guru-guru produktif ini, bahwa kegiatan ini sangat signifikan untuk memastikan bahwa pendidikan terhadap warga sekolah dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial,” jelasnya.

DPRA Apresiasi Disdik Aceh

Sebelumnya Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Anwar mengatakan, mengurusi pendidikan bukan perkara mudah. Namun dia yakin, di tangan yang tepat, pendidikan Aceh bakal hebat.

Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Anwar. (Foto/Ist)

“Saya menyadari, membenahi pendidikan Aceh tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya melihat sosok Alhudri memiliki iktikad baik untuk mewujudkan hal itu. Dia bersikap terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Tgk Anwar.

Anwar memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri. Di tangan Alhudri, kata Anwar, DPR Aceh merasakan perubahan pendidikan Aceh. Dan semua itu menuju arah yang lebih baik. Namun Anwar mengingatkan tidak fair jika pendidikan Aceh hanya dibebankan pada Dinas Pendidikan Aceh saja.

Dalam urusan regulasi dan kompetensi guru, misalnya, Dinas Pendidikan Aceh adalah lembaga yang menaungi guru untuk bertugas sebagai pengajar. Anwar juga menekankan urgensi pembenahan fungsi Majelis Pendidikan Aceh (MPA) yang ditindaklanjuti dengan merevisi qanun Majelis Pendidikan Aceh sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan Aceh.

DPR Aceh, kata Anwar, memasukkan revisi Qanun Penyelenggaraan Pendidikan dalam program legislasi daerah (Prolega) 2023. Dia berharap hal ini dapat mendukung kinerja Dinas Pendidikan Aceh. Hasil revisi qanun itu, kata Anwar, bakal menjadi patron Dinas Pendidikan Aceh bekerja di masa mendatang. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER