Harga Emas Turun, Warga Aceh Beli Emas untuk Investasi dan Mahar

    BERBAGI
    Roby pemilik Toko Emas Paris sedang melayani pembeli emas di Jl. Idi No 6 Masjid Raya Banda Aceh, Jumat (12/3/2021). (Foto/Cut Nauval Dafistri)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Turunnya harga emas di Kota Banda Aceh sejak 10 hari terakhir membuat daya beli meningkat hingga 80 persen.

    Pemilik Toko Emas Paris yang berlokasi di belakang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Roby, 41, mengatakan, harga emas murni saat ini mencapai Rp2.630.000,- per mayam. Satu mayam sama dengan 3,33 gram.

    “Harga emas sejak 10 hari terakhir ini turun yakni Rp2.630.000 per mayam, dan itu belum termasuk ongkos pembuatan,” kata Roby, saat ditemui Waspadaaceh.com di tokonya, Jumat (12/3/2021).

    Harga emas yang mengalami penurunan tersebut, kata Roby, berdampak pada tingginya minat masyarakat untuk membeli emas sehingga aktivitas penjualan meningkat.

    “Untuk hari ini daya beli masyarakat mencapai 80 persen dan daya jualnya hanya 20 persen,” tutur Roby.

    Harga penjualan emas, kata Roby, bisa berubah sesuai ongkos pembuatan. Hal itu disesuaikan dengan jenis perhiasan dan kerumitannya.

    Roby mengatakan dibandingan beberapa bulan lalu, seperti pada bulan Januari 2021, harga emas masih tinggi mencapai Rp2,9 juta per mayam. Pada bulan Maret ini kembali turun.

    Pemilik Toko Emas Paris itu mengatakan bahwa harga emas akan naik kembali diperkirakan saat bulan puasa atau menjelang hari raya Idul Fitri.

    “Prediksi saya harga emas kedepan naik, lebih kurang akan naik di bulan puasa atau mau lebaran,” ungkap Roby.

    Salah seorang pembeli emas, Lina, mengatakan bahwa dia membeli emas untuk investasi.

    “Saya lebih suka menabung dengan mengumpulkan emas. Harga emas itu cenderung naik setiap tahunnya dan tahan terhadap inflasi. Jadi ketika inflasi meningkat, harga emas pun ikut meningkat, saya bisa jual saat harga emas naik,” ungkap Lina.

    Sementara itu Nuri, 56, pembeli emas lainnya mengatakan, alasan dia membeli emas tersebut untuk mahar pernikahan anaknya.

    “Nyo, jinoe harga meuh i tron, jadi jeut ta kumpoi ke jeulame aneuk (iya, kini harga emas sedang turun, jadi saya bisa mengumpulkan untuk mahar pernikahan anak saya),” tutur Nuri menggunakan bahasa Aceh. (Cut Nauval Dafistri)