Beranda Tulisan Feature Hampir 2 Tahun Sepi, Kini Kopelma Darussalam Kembali Ramai

Hampir 2 Tahun Sepi, Kini Kopelma Darussalam Kembali Ramai

BERBAGI
Para mahasiswa saat berjalan menuju kampus USK (Foto/Kia)

Pagi itu terlihat berbeda dengan dua tahun belakangan, ketika pandemi mendera. Tepat pada Senin pagi (17/1/2022), tampak begitu cerah di seputaran Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

“Di sini kami belajar memperkaya iman, di sini kami belajar mengembangkan ilmu. Di sini, di tempat tercinta Universitas Syiah Kuala.” Begitu sepenggal lirik lagu hymne USK yang wajib dinyanyikan oleh mahasiswa.

Setelah dua tahun lamanya berlalu, “Kota Pelajar Mahasiswa” atau sering disebut Kopelma yang terletak Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh itu, kini tampak mulai ramai.

Selama ini nama Kopelma cukup familiar sebagai sebutan yang disematkan untuk kawasan pendidikan di Negeri Serambi Mekah itu.

Dengan berbagai aktivitas pembangunan kampus di daerah itu, seperti kampus USK, UIN Ar-Raniry, STKIP, BBG dan universitas lainnya, daerah ini pantas dijuluki sebagai Kopelma.

Kawasan Kopelma ini menjadi salah satu daerah yang paling banyak dihuni oleh para pendatang, baik pelajar atau mahasiswa, untuk menimba Ilmu. Banyak juga masyarakat yang menetap di tempat tersebut.

Namun sayang, ketika pandemi COVID-19 melanda negeri ini, Kopelma tampak seperti kota mati yang tak berpenghuni. Kopelma nyaris tanpa aktivitas. Hanya tampak satu dua orang yang berlalu lalang.

Kios-kios pedagang pun yang biasanya ramai, banyak yang kemudian tutup. Sebagian malah menyewakan tempat usahanya tersebut kepada orang lain. COVID-19 benar-benar membuat banyak pedagang “lumpuh”.

COVID-19 kini mulai mereda, dan Kopelma pun tampak mulai kembali bergeliat. Suasananya mulai ramai. Tampak para pedangang mulai mengisi kembali ruko atau kios mereka, dan kedai-kedai kopi yang pernah ditinggalkan, kini mulai ramai kembali.

Pada hari Jumat (28/1/2022), terlihat berbeda dengan suasana satu-dua tahun sebelumnya. Ada pemandangan yang tak biasa saat masuk gerbang Kopelma. Darussalam.

Pada Senin (17/1/2022) tepatnya dua minggu yang lalu, salah satu universitas terbesar di Provinsi Aceh, yaitu USK (Universitas Syiah Kuala), kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Aktivitas ini untuk pertama kalinya setelah sempat vakum selama hampir 2 tahun lamanya.

Kota yang sebelumnya sepi penghuni, akibat pandemi COVID-19, kini mulai ramai kembali. Hal itu ditandai dengan banyaknya mahasiswa yang lalu-lalang di sekitar bundaran kampus USK.

Salah satu yang berkontribusi membuat Kopelma menjadi ramai, yaitu penghuni asrama USK. Di mana mahasiswa bidik-misi diwajibkan selama satu tahun untuk menetap di situ.

Kini setiap pagi, terlihat mahasiswa yang berjalan kaki dari asrama menuju kampus untuk mengikuti perkuliahan. Ada yang berjalan sendiri-sendiri maupun berkelompok sambil bercerita dan bersenda-gurau, suasananya mirip seperti sebelum masa pandemi.

Sebenarnya cukup banyak pilihan moda transportasi untuk menuju ke kampus USK dan UIN Ar-Raniry. Ada yang menggunakan roda dua, beca, dan ada juga yang menaiki bus Trans Koetaradja. Tetapi banyak dari mereka memilih untuk berjalan kaki.

Selama pandemi, sepanjang tepi jalan menuju kampus hanya terlihat beberapa sepeda motor dan deretan kedai kopi yang agak sepi pengunjung. Tetapi hari ini, kedai-kedai kopi tersebut tampak penuh kembali diisi oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Salah seorang mahasiswa, Sariana, menuturkan, setelah dua semester menjalani perkuliahan secara online, semester genap ini menjadi hari pertama kalinya berinteraksi langsung dengan teman kampus serta dosennya.

Dia mengaku pernah betanya-tanya dalam hati, kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Dia khawatir sampai dia selesai kuliah tidak bisa berintraksi dengan teman-teman se angkatannya. Juga sempat khawatir, dia akan menamatkan kuliah dan menjalani wisuda secara online.

“Berkaca dari alumni dua tahun sebelumnya, mereka dibimbing secara online, disidangkan secara online, bahkan diwisuda juga secara online,” tutur mahasiswa yang berasal dari dataran tinggi Gayo ini.

“Syukur Alhamdulillah, bisa kembali bertemu dengan teman-teman mahasiswa lainnya. Bisa melakukan kegiatan secara tatap muka,” kata Sariana. (Kia Rukiah)

BERBAGI