Beranda Pariwara Haizir Sulaiman: Ekspansi Bisnis untuk Pertumbuhan

Haizir Sulaiman: Ekspansi Bisnis untuk Pertumbuhan

BERBAGI
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, menyampaikan sambutannya ketika meresmikan Kantor Cabang Bank Aceh Syariah di Jakarta. (Foto/Ist)

“Bank Aceh Syariah membukukan performa yang cukup menggembirakan sepanjang tahun 2021, dan capaian itu terlihat dari laba bersih bank yang tumbuh hingga 17,70% menjadi Rp392,13 miliar”

— Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman —

“Untuk menjadi besar tentu Bank Aceh Syariah harus berani ekspansi ke tingkat nasional, dengan membuka kantor cabangnya di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri,” kata Haizir Sulaiman, Direktur Utama Bank Aceh Syariah dalam bincang-bincang dengan Waspadaaceh.com, Senin (20/6/2022).

Untuk memperluas layanannya, tercatat sampai Maret 2022, PT Bank Aceh Syariah telah memiliki 532 jaringan kantor dan layanan terdiri dari 1 kantor pusat, 26 kantor cabang, 96 kantor cabang pembantu, 27 kantor kas, 12 mobil kas keliling yang tersebar dalam wilayah Provinsi Aceh, termasuk di kota Medan, 26 payment point, 27 unit ATM CRM dan 317 unit ATM.

Di luar Provinsi Aceh, Bank Aceh Syariah telah membuka 1 kantor cabang dan 5 kantor cabang pembantu di Medan, Sumatera Utara. Sedangkan di Jakarta, Bank Aceh telah membuka 1 kantor cabangnya.

“Bank Aceh Syariah ingin berkontribusi memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya di Aceh tapi juga luar provinsi, yang membutuhkan layanan finansial secara syariah,” tutur Haizir.

Menjawab pertanyaan tentang perubahan persaingan pada industri perbankan syariah di Aceh, Haizir mengatakan, justru saat ini terjadi kenaikan yang signifikan bagi market share Bank Aceh. “Justru berdampak positif bagi Bank Aceh,” katanya.

Laba Tumbuh Hingga 17,70 Persen

Haizir Sulaiman menyebutkan, Bank Aceh Syariah membukukan performa yang cukup menggembirakan sepanjang tahun 2021. Capaian itu terlihat dari laba bersih bank yang tumbuh hingga 17,70% menjadi Rp392,13 miliar. Pada tahun 2020 capaian labanya sebesar Rp333,16 miliar.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ketika meresmikan Kantor Cabang Bank Aceh Syariah Jakarta. (Foto/Ist)

“Pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan penuh dari nasabah, tim manajemen, komisaris dan semua stakeholder terkait, kepada Bank Aceh,” ucapnya.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan penyaluran dana yang naik 1,68% (yoy) dari Rp2,13 triliun menjadi Rp2,17 triliun. Selain itu, beban bagi hasil bank pun terpantau menurun 23,13% (yoy) menjadi Rp433,64 miliar.

Selain itu jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh Bank Aceh Syariah meningkat 6,98% (yoy) dari Rp15,28 triliun menjadi Rp16,35 triliun. Pertumbuhan pembiayaan ini juga dibarengi dengan non-performing-financing (NPF) gross yang membaik dari 1,53% menjadi 1,35%.

Sedangkan menyangkut dana pihak ketiga, Haizir mengatakan, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Aceh Syariah mencapai Rp24,02 triliun selama 2021. Nilai itu tumbuh 11,33% dibandingkan pada tahun 2020 dengan senilai Rp21,57 triliun. Sebanyak 75% komponen DPK Bank Aceh Syariah berasal dari dana murah (CASA). Di bidang aset, Bank Aceh Syariah membukukan aset mencapai Rp28,17 triliun. Nilai itu tumbuh 10,56% dari tahun sebelumnya yang besarnya Rp25,48 triliun .

Haizir juga menyebutkan, sepanjang tahun 2021, Bank Aceh Syariah gencar melakukan transformasi digital dengan meluncurkan berbagai produk baru, antara lain layanan action mobile banking, QRIS, kartu debit, mesin ATM setor tarik, dan electronic data capture (EDC). Bank Aceh Syariah juga telah meluncurkan uang elektronik yang diberi nama Peng Card pada 20 Desember 2021. (**)