Minggu, Juni 23, 2024
Google search engine
BerandaHadapi Kapal Ikan China, Panglima Laot Siap Kerahkan Nelayan Aceh ke Natuna

Hadapi Kapal Ikan China, Panglima Laot Siap Kerahkan Nelayan Aceh ke Natuna

Calang (Waspada Aceh) – Untuk membantu para nelayan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dalam menghadapi kapal-kapal China, Panglima Laot Aceh Jaya siap mengerahkan para nelayan dari Aceh, khususnya dari Aceh Jaya ke perairan Natuna.

“Kami siap membantu para nelayan di Natuna untuk mengamankan wilayah perairan Natuna yang diklaim China,” kata Sekretaris Panglima Laot Aceh Jaya, Azwar Anas, kepada Waspadaaceh.com, Rabu (8/1/2020).

“Bila dibutuhkan, lembaga adat Panglima Laot siap kerahkan nelayan Aceh Jaya untuk membantu para nelayan di perairan Natuna yang saat ini takut melaut karena diklaim negara China sebagai wilayah teritorialnya,” lanjut Azwar Anas di Calang.

Menurutnya, dalam kontek kasus perairan Natuna di Kepulauan Riau, para nelayan di seluruh penjuru Indonesia harus siap bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mempertahankan wilayah kedaulatan NKRI dari “jajahan” negara asing.

Karena, lanjutnya, negara sedang menjaga dan menjamin wilayah ekonomi masyarakat nelayan agar tidak ada gangguan dari negara luar di wilayah perairan laut Indonesia, sebagaimana dilakukan kapal-kapal China tersebut.

Sejak masuknya sejumlah kapal ikan asing ke perairan Natuna, Kepulauan Riau, para nelayan setempat menjadi takut dan khawatir melakukan aktifitas menangkap ikan di perairan milik Indonesia tersebut.

“Ini jelas bentuk tekanan terhadap para nelayan di Natuna. Jika ada nelayan asing menjarah hasil laut kita, para nelayan siap membantu pasukan Indonesia untuk memeranginya bila itu dibutuhkan,” tegasnya.

Azwar mengungkapkan, pada prinsipnya lembaga adat Panglima Laot mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman negara manapun dan dalam bentuk apa pun.

“Negara jangan merasa lemah, bahkan jangan sesekali dilemahkan. Negara punya rakyat sebagai benteng terakhir dan para nelayan Aceh berada di garda terdepan untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjut Azwar bersemangat.

Untuk sementara ini, tambahnya, Lembaga Panglima Laot Aceh Jaya senantiasa melakukan pemantauan sebagai bentuk penjagaan di wilayah perairan laut Aceh, khususnya Aceh Jaya.

“Kita lakukan itu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap aktifitas nelayan asing di perairan laut Aceh Jaya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, walau TNI telah mengerahkan delapan kapal perang (KRI/Kapal Republik Indonesia) untuk mengintensifkan operasi pengamanan maritim di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), namun kapal-kapal nelayan China yang dikawal kapal Coast Guard (kapal penjaga pantai) masih tetap bertahan di perairan yang masuk dalam teritorial RI tersebut.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Laksamana Madya TNI, Yudo Margono mengatakan, TNI akan terus mengusir kapal-kapal nelayan China keluar dari teritorial Indonesia.

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER