Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaAcehGenerasi Muda Harus Peduli tentang Implementasi MoU Helsinki

Generasi Muda Harus Peduli tentang Implementasi MoU Helsinki

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dewan Pimpinan Pemuda Cinta Aceh (PCA) mengadakan diskusi keacehan dengan tema, “Ada Apa dengan MoU Helsinki,” di Aula Kesbangpol Provinsi Aceh di Banda Aceh, Minggu (8/3/2020).

Diskusi dihadiri oleh tokoh-tokoh Aceh ini membahas tentang proses perdamaian Aceh dan RI, juga mempertanyakan sudah sejauh mana perjalanan implementasi MoU Helsinki dan penerapannya pasca konflik di Aceh berakhir.

Ketua PCA, Sulthan Alfaraby, mengatakan, generasi muda Aceh haruslah lebih peduli dengan nasib Aceh, karena masa depan Aceh di masa depan tergantung pada semangat pemuda dalam memperjuangkan nasib bangsanya.

“Kita harus peduli nasib Aceh di masa ini dan juga di masa depan. Karena nasib Aceh tergantung kepada generasi mudanya dalam membangun Aceh kedepannya. Salah satu contoh adalah tentang pelaksanaan MoU Helsinki,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina, Heri Safrijal, berharap adanya diskusi keacehan yang akan terus berkelanjutan dan tentunya dengan mengusung berbagai topik permasalahan di Aceh. Diskusi itu diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari para pemikir-pemikir yang peduli terhadap Aceh.

Bahwa MoU Helsinki sudah seharusnya dibahas oleh masyarakat Aceh, khususnya generasi muda Aceh, kata Razali Idri, yang duduk sebagai Ketua Dewan Pakar PCA. Dia berharap MoU Helsinki jangan sekali-kali dilupakan oleh semua pihak, khususnya generasi muda Aceh.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk.H.Muhammad Yunus Yusuf, memberikan apresiasi kepada PCA karena telah mengadakan Diskusi Keacehan yang berarti sudah menuangkan ide serta semangat untuk masyarakat Aceh.

Muhammad Yunus juga mengatakan bahwa Aceh harus merdeka dalam bingkai NKRI dengan cara merealisasikan MoU Helsinki. Karena sudah banyak masyarakat Aceh yang menjadi korban pada saat konflik berkecamuk di Aceh.

Sementara itu Pimpinan Presidium GAM Independent, Tgk. Sufaini Usman Syekhy, menyampaikan pandangannya terhadap perjuangan bangsa Aceh. Menurutnya, jika berbicara tentang Aceh tentunya melalui perjalanan yang panjang. MoU sudah 15 tahun berjalan, tapi menurutnya tidak terealisasikan karena para pemangku kepentingan tidak fokus dengan perjuangan terhadap MoU Helsinki.

“Pemuda harus mempunyai solusi terhadap segala permasalahan yang ada di Aceh saat ini,” ujarnya. (Ria)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER