Beranda Disbudpar Aceh Gandeng China, UEA akan Realisasikan Investasi di Aceh Senilai USD500 Juta

Gandeng China, UEA akan Realisasikan Investasi di Aceh Senilai USD500 Juta

BERBAGI
ILUSTRASI. Potret panorama di Pulau Ujung Batu, yang menjadi sasaran kunjungan tim investor UEA di Pulau Banyak Aceh Singkil. (Foto/ Ist)

“Mereka mau bikin resort. Katanya Crown Prince Mohammed bin Zayed juga sekali-sekali akan ada di sana, karena dia ingin direct flight dari Abu Dhabi langsung ke Singkil”

— Menko Maves, Luhut Binsar Pandjaitan —

Masa depan pariwisata di Provinsi Aceh agaknya akan semakin cerah di masa mendatang. Promosi wisata yang dikampanyekan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh begitu gencar dilakukan. Bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di dunia internasional.

Provinsi yang berjuluk bumi Serambi Mekah ini ini memang memiliki sejumlah kawasan wisata yang cukup bagus dan potensial. Aceh tidak hanya memiliki Sabang yang keindahannya sudah mendunia, tapi juga memiliki Pulau Banyak, Pulo Aceh dan sejumlah objek wisata untuk petualangan, Taman Nasional Gunung Leuser yang di dalamnya terdapat objek wisata Ketambe, Sungai Alas dan lainnya.

Untuk “menjual” objek wisata ini, berbagai pendekatan dilakukan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, antara lain melalui penyelenggaraan event-event pariwisata.

Misalnya dengan menggelar atau melaunching Calender of Event Aceh 2021 sekaligus Aceh Travel Mart 2.0. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Jamaluddin, mengatakan, pada tahun 2021 ini ada 67 event atraksi wisata dan ragam budaya lokal, tiga di antaranya masuk dalam Kharisma Nusantara Kemenparekraf 2021. Ketiganya yaitu Festival Ramadhan, Festival Seudati, dan Aceh Culinary Festival.

Kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan dengan pembukaan Aceh Travel Mart 2.0 bertujuan untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata Aceh yang melibatkan antara buyer dan seller, yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Mulai Membuahkan Hasil

Dengan begitu gencarnya kampanye wisata yang dilakukan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, beserta jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, mulai membuahkan hasil. Setelah melewati proses penjajakan yang panjang, rencana pengembangan dan investasi pariwisata oleh Murban Energy Limited, Uni Emirate Arab, dengan Pemerintah Aceh, kemudian memasuki babak baru.

Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin, bersama Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto/Ist)

Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Direktur Eksekutif Murban Energy Limited Amine Abid, sebelumnya telah melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan perusahaan asal UEA tersebut, pada awal Maret 2021 di Jakarta.

Penandatanganan itu disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia serta Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazroui.

Kerja sama pengembangan dan investasi pariwisata itu akan dipusatkan di Pulau Banyak, Singkil. Gubernur Nova mengungkapkan harapannya agar kerja sama tersebut dapat segera terealisasi demi terwujudnya pengembangan pariwisata di Aceh.

Gandeng China, UEA Investasi USD500 Juta di Aceh

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maves), Luhut Binsar Pandjaitan, beberapa waktu lalu mengaku bahwa dia terus berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Mohammed Al Mazrouei.

Luhut memastikan Uni Emirat Arab (UEA) akan merealisasikan investasi senilai USD500 juta untuk membangun kawasan wisata Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Gubenur Aceh, Ir.Nova Iriansyah, MT, dan Executive of Murban Energi Limited, Mr Amine Abid, foto bersama usai melakukan penandatanganan kerja sama Investasi dan Pembangunan Pariwisata di Aceh yang disaksikan langsung Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan pada acara Business Forum Indonesia Emirates (IE) Week 2021 di Hotel Grand Hayyat, Jakarta, Jumat (5/3/2021). (Foto/Ist)

“Ada satu proyek senilai USD500 juta yang mereka ingin investasikan dan mereka sudah meninjau dan sudah bicara. Dan saya bertelepon, tetap berkomunikasi dengan Menteri Suhail, tanggal 13, 14, 15 (September) mereka akan datang ke Indonesia lagi untuk berbagai proyek kerja sama Indonesia-Abu Dhabi,” kata Luhut, sebagaimana dikutip dari antara, Rabu (8/9/2021).

Luhut meminta masyarakat tidak marah karena dalam investasi tersebut nantinya akan ada campur tangan Tiongkok (China).

“Tapi Anda jangan marah, dia (UEA) membawa Tiongkok pula untuk kemari. Dunia itu berputar, jadi kita jangan terlalu marah-marah, kenapa Indonesia ke Tiongkok? Ini malah Abu Dhabi membawa CEO-nya orang Tiongkok. Jadi inilah sekarang globalisasi itu,” jelasnya.

Luhut mengingatkan, Indonesia tidak bisa begitu saja membatasi diri lantaran saat ini dunia sudah semakin mengglobal. Yang terpenting, lanjutnya, Indonesia tetap harus membangun ketahanan nasional.

“Ke siapa saja kita bisa berhubungan, tapi ketahanan nasional kita harus kita bangun. Kalau kita membentengi diri kita enggak boleh berhubungan, kita nanti akan kecele bahwa dunia ini sudah begitu mengglobal,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, berdasarkan diskusi dengan Gubernur Aceh, seharusnya sudah tidak ada masalah terkait insentif yang diminta pihak UEA.  Luhut telah mengunjungi langsung kawasan Aceh Singkil yang diincar UEA. Pihak UEA menyatakan mereka akan membangun resort, yang nantinya Putra Mahkota (Pangeran) Mohammed bin Zayed Al Nahyan akan sesekali bisa hadir di sana (Pulau Banyak).

“Presiden memerintahkan kami, perintahkan saya karena saya kebetulan penanggung jawab, agar itu dituntaskan. Dan kita ingin tuntaskan tentu dalam aturan-aturan main yang ada,” katanya.

Menurut menteri, pihaknya sudah pergi ke Singkil dan melihat hampir 40 ribu hektare rawa dengan panorama yang luar biasa indah, serta dilihat oleh tim dari Abu Dhabi.

“Mereka mau bikin resort. Dia mau katanya Crown Prince Mohammed bin Zayed juga sekali-sekali akan ada di sana, karena dia ingin direct flight dari Abu Dhabi langsung ke Singkil,” kata Luhut. (**)

BERBAGI