Beranda Olahraga Erick Thohir Banjir Dukungan Calon Ketum PSSI

Erick Thohir Banjir Dukungan Calon Ketum PSSI

BERBAGI
Erick Thohir, pengusaha dan mantan pemilik klub bola liga Itali, Inter Milan. (Foto/Ist)
Erick Thohir, pengusaha dan mantan pemilik klub bola liga Itali, Inter Milan. (Foto/Ist)

Jakarta (Waspada Aceh) – Erick Thohir, pengusaha dan pemilik klub sepakbola, banjir dukungan untuk mengisi posisi ketua umum PSSI, yang baru saja ditinggalkan oleh Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi memutuskan menyerahkan kursi kepemimpinan organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu kepada Joko Driyono, pada Kongres PSSI 2019 di Bali, Minggu (20/1/2019).

Edy yang saat ini menjabat Gubernur Sumatera Utara, mengaku merasakan tekanan luar biasa selama memimpin PSSI. Bahkan dia menganggap PSSI sebagai organisasi paling berat yang pernah dipimpinnya.

Keberadaan Joko sebagai pelaksana tugas Ketua Umum PSSI, bisa berlangsung hingga pemilihan ketua umum selanjutnya pada 2020. Namun, jika ada 2/3 pemilik suara menghendaki Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggelar pemilihan ketua umum lebih cepat maka PSSI harus segera mengakomodasi keinginan tersebut.

Seandainya ada permintaan dari pemilik suara maka setidaknya PSSI harus membentuk panitia KLB dalam dua bulan ke depan dan KLB baru dapat diselenggarakan dalam empat sampai enam bulan.

Salah satu tokoh yang mendapat dukungan dari publik untuk menduduki kursi PSSI 1 adalah Erick Thohir, seperti yang terdapat dalam situs petisi daring Change.org. 

Dalam petisi yang digagas Wira Adikusuma, nama Erick Thohir yang mantan orang nomor satu di klub sepak bola Inter Milan itu banjir dukungan. Erick Thohir dinilai memahami sepak bola, berpengalaman, profesional, bersih, kredibel, dan netral.

Petisi bertajuk ‘Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI’ berharap didengar oleh Presiden RI Joko Widodo.

Hingga pukul 10.05 WIB sudah ada 1.300 dukungan kepada Erick Thohir yang kini tercatat menjadi wakil komisaris Persib Bandung dan pemilik klub bola basket Satria Muda.

Hingga Kongres PSSI 2019 ditutup tidak ada keputusan tentang penyelenggaraan KLB, namun di luar Kongres beberapa pemilik suara seperti perwakilan klub dan asosiasi provinsi (asprov) tetap mewacanakan pelaksanaan KLB. (cnnindonesia.com)

BERBAGI