Jumat, April 19, 2024
Google search engine
BerandaEkspor Aceh Naik 5,82 Persen di Agustus, Didominasi Hasil Pertambangan

Ekspor Aceh Naik 5,82 Persen di Agustus, Didominasi Hasil Pertambangan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Nilai ekspor barang Provinsi Aceh pada Agustus 2023 mencapai 47,32 juta dolar AS atau setara Rp726 miliar. Angka ini naik 5,82 persen dibandingkan Juli 2023.

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Yan Yan Gustiana, dalam konferensi pers, Jumat, (15/9/2023), mengatakan komoditas utama ekspor Aceh masih didominasi dari hasil pertambangan sebesar 63,18 persen,

“Komoditas utama ekspor Aceh masih didominasi dari hasil pertambangan sebesar 63,18 persen,” kata Yan Yan.

Menurut Yan Yan, komoditas penyumbang nilai ekspor lainnya dari sektor industri pengolahan sebesar 22,08 persen dan sektor pertanian sebesar 14,74 persen.

“Ada tiga komoditas unggulan yang menjadikan nilai ekspor Aceh naik yaitu batubara, minyak nabati, kopi dan rempah,” ujarnya.

Yan Yan menjelaskan, nilai ekspor kumulatif dari Januari hingga Agustus 2023 mencapai 470,34 juta dolar AS. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 0,67 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022.

Dari seluruh komoditas Aceh yang diekspor, sebagian besar di ekspor melalui pelabuhan Provinsi Aceh dan sebagian lainnya melalui pelabuhan di luar Aceh.

“Senilai 36,51 juta dolar AS atau sebesar 77,16 persen komoditas di ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Aceh,” ungkap Yan Yan.

Adapun tujuan barang ekspor asal Provinsi Aceh selama Agustus 2023 paling besar ditunjukkan ke India yaitu senilai 29,15 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa batubara dan minyak sawit mentah (CPO). Selanjutnya Thailand senilai 9,64 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa kondensat. Diikuti Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 2,87 juta dolar AS dengan komoditas utama kopi.

Sementara itu, nilai impor Provinsi Aceh pada Agustus 2023 mencapai 11,20 juta dolar AS atau naik sebesar 5,76 persen dibandingkan Juli 2023.

“Nilai impor Provinsi Aceh juga mengalami kenaikan sebesar 263,65 persen dibandingkan Agustus 2022,” kata Yan Yan.

Adapun barang impor Aceh selama Agustus 2023 paling besar berasal dari Thailand sebesar 7,16 juta dolar AS, kemudian Amerika Serikat sebesar 3,57 juta dolar AS, dan Malaysia sebesar 0,11 juta dolar AS. “Beras dan gas menjadi komoditas impor terbesar di bulan Agustus 2023,” tutur Yan Yan.

Dia juga menjelaskan, nilai impor secara kumulatif hingga Agustus 2023 senilai 64,79 juta dolar AS turun sebesar 10 persen.

“Dengan nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan nilai impor, maka neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh bulan Agustus 2023 surplus senilai 36,12 juta dolar AS,” jelasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER