Rabu, Februari 21, 2024
Google search engine
BerandaEkonomi Aceh Tumbuh Positif, Meski Sedikit Melambat Dibanding Sebelumnya

Ekonomi Aceh Tumbuh Positif, Meski Sedikit Melambat Dibanding Sebelumnya

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh, Rony Widijarto P mengungkapkan ekonomi Aceh pada triwulan I 2023 tumbuh sebesar 4,63% (yoy), lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 5,60% (yoy).

Meskipun demikian, pertumbuhan dari sektor perdagangan dan pertanian masih terjaga, sementara konsumsi rumah tangga, PMTB, dan ekspor luar negeri tetap menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi.

Sebagai sektor pendorong utama pertumbuhan ekonomi, lapangan usaha pertanian dan sektor pariwisata perlu menjadi fokus untuk meminimalkan risiko penahanan kinerja. Lapangan usaha pertambangan dan industri juga termasuk sektor yang potensial untuk didorong lebih intensif.

Rony menambahkan, sektor pertanian memiliki pangsa terbesar dalam struktur perekonomian Aceh sebesar 30,38%. Namun, produksi padi diprediksi akan mengalami penurunan akibat gagal panen yang disebabkan oleh cuaca buruk dan banjir di beberapa wilayah Aceh.

“Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi dalam pengendalian banjir melalui pembangunan irigasi, bendungan, atau kanal banjir. Subsidi pupuk juga masih diperlukan,” tuturnya dalam kegiatan Bincang-bincang di Kafe Taman Sari, Simpang Lima Grocery, Banda Aceh, pada Jumat (12/5/2023).

Sektor pariwisata memiliki pangsa pasar kedua terbesar dalam struktur perekonomian Aceh sebesar 21,77%. Jumlah penumpang angkutan udara, baik domestik maupun internasional, meningkat pada November 2022. Sementara kunjungan wisatawan mulai masuk sejak Oktober dan November 2022.

Pemerintah daerah perlu merevitalisasi pusat-pusat pariwisata dan fasilitas pendukungnya untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Namun, terdapat ancaman antusiasme warga lokal untuk berwisata ke luar negeri atau keluar daerah.

Sektor pertambangan dan industri pengolahan juga memiliki potensi untuk terus didorong secara lebih intensif. Untuk sektor pertambangan memiliki pangsa sebesar 4,64% terhadap struktur perekonomian Aceh. Sementara sektor industri pengolahan masih memiliki pangsa yang relatif kecil sebesar 4,68%.

Lanjut Rony, pemerintah juga perlu mempercepat eksplorasi dan eksploitasi sumur migas baru dan menarik investasi dengan memperkuat sinergi antara SKK Migas dengan BPMA. Kawasan industri dan ekonomi khusus yang belum termanfaatkan dengan optimal dapat dijadikan peluang untuk penyiapan proyek investasi di sektor agrobisnis yang matang dan dipromosikan secara luas untuk menggaet investor.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang optimal, menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi, diperlukan upaya bersama dari seluruh pihak melalui tujuh strategi. Antara lain mengurangi tingkat kemiskinan di Aceh melalui program yang tepat sasaran.

“Diharapkan perbaikan kinerja ekonomi Aceh akan terus berlanjut meskipun dengan adanya risiko dari sektor eksternal yang perlu diwaspadai,” jelasnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments