Selasa, Maret 5, 2024
Google search engine
BerandaAcehEkonomi Aceh Tumbuh 3,76 Persen di Triwulan III, Ungguli Bengkulu dan Kepri

Ekonomi Aceh Tumbuh 3,76 Persen di Triwulan III, Ungguli Bengkulu dan Kepri

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan ketiga tahun 2023 hanya mencapai 3,76 persen. Angka ini lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 4,37 persen.

“Namun, Aceh masih unggul dibandingkan beberapa provinsi lain di Sumatera, seperti Bengkulu, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Rony Widijarto, dalam kegiatan Puncak Bincang Media, Selasa (28/11/2023) di Banda Aceh.

Ia mengatakan, secara peringkat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Aceh tumbuh sebesar 4,55 persen (year to date/ytd) atau lebih tinggi dibandingkan dengan Bengkulu 4,13 persen (ytd), Sumatera Barat 2,68 persen (ytd), dan Kepulauan Riau 1,14 persen (ytd).

“Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh adalah kinerja ekspor yang meningkat sebesar 16,21 persen (year on year) dibandingkan dengan triwulan II 2023 sebesar 13,73 persen (yoy),” kata Rony.

Selain itu, sektor perdagangan juga tumbuh sebesar 9,19 persen (yoy) dibandingkan dengan triwulan II tahun 2023 sebesar 5,23 persen (yoy). Rony menilai, hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat Aceh.

Sementara itu, dari sisi inflasi, Aceh berhasil menekan laju kenaikan harga-harga menjadi 1,95 persen (yoy) pada Oktober 2023. Angka ini lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 2,65 persen (yoy). Rony mengatakan, Aceh merupakan provinsi dengan inflasi terendah di Sumatera.

Rony juga menyampaikan beberapa komoditas yang rawan inflasi di Aceh, seperti beras, bensin, rokok kretek, ikan tuna, dan emas perhiasan. Ia mengatakan, BI Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengendalikan inflasi.

“Kita menghadapi beberapa tantangan dalam pengendalian inflasi di Aceh, seperti dependensi pasokan terhadap daerah penghasil di luar provinsi, kejadian banjir yang menghambat distribusi komoditasi,” kata Rony.

Rony berharap, pemerintah daerah dan instansi terkait dapat meningkatkan produksi dan ketersediaan komoditas di Aceh.“BI Aceh akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga di Aceh serta mendorong pengembangan sektor riil dan inklusi keuangan,” tutup Rony. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments