Jumat, April 19, 2024
Google search engine
BerandaEfek PMK, Jumlah Hewan Kurban Idul Adha di Banda Aceh Merosot

Efek PMK, Jumlah Hewan Kurban Idul Adha di Banda Aceh Merosot

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Efek penyakit mulut dan kuku (PMK) dan ekonomi masyarakat yang belum stabil pasca COVID-19 menyebabkan merosotnya warga yang berkurban saat Idul Adha 10 Dzulhijah 1434 Hijriah.

Hampir semua lokasi tempat pemotongan hewan kurban di Banda Aceh dan sekitarnya sejak Minggu dan Senin (11/07/2022), merosot jumlah hewan yang dipotong.

Seperti di Desa Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, diakui oleh Sekdes, Catur Wibowo. ” Kurban tahun ini berkurang sedikit dari tahun lalu.”

Tahun lalu, hewan sapi 13 ekor, kini 10 ekor dan kambing dari 23 berkurang menjadi 18 ekor. “Selain ekonomi belum stabil juga pengaruh penyakit PMK yang belakangan ini menyerang sapi masyarakat,” ujarnya.

Tgk Usman menimpali jumlah paket daging  kurban yang dibagi kepada warga tahun ini lebih banyak. Hal itu karena jumlah kk meningkat setelah tumbuhnya perumahan baru. “Tahun ini 830 tumpuk, sementara tahun lalu sekitar 750 tumpuk,” ujar Tgk Usman, yang juga Imam Masjid Baiturahim, Lampoh Daya.

Pantauan Waspadaaceh.com, kurban di Desa Lampoh Daya dipusatkan di lapagan depan kantor Camat Jaya Baru. Terlihat dua petugas dari Dinkes Kota Banda Aceh, mengawasi hewan yang dipotong untuk kurban Idul Adha tersebut.

Citra dan Wilio Hendro Fauzan, keduanya dari FK USK yang ditemui Waspadaaceh.com menjelaskan, secara umum sapi dan kambing yang dipotong dalam kondisi sehat.

Hal itu terlihat dari kondisi hati, paru, limpa dan ginjal, kata Citra yang sedang mengikuti program koas, dan kerjasama dengan Dinkes Kota Banda Aceh itu secara umum sehat.

“Sapi sebelum dipotong juga tidak lesu dan kaki serta mulut juga sehat,” sebutnya. (b01)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER