Jakarta (Waspada Aceh) – Kepedulian anak muda terhadap lingkungan dan masyarakat dapat menjadi awal lahirnya karya inovatif yang bermanfaat bagi masa depan Indonesia.
Semangat ini ditunjukkan oleh 1.215 pelajar SMA/sederajat dari seluruh Indonesia melalui beragam ide dan inovasi dalam ajang Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2026.
Melalui program ini, generasi muda didorong untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kompetensi diri guna menghasilkan solusi yang mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya”, AHM Best Student 2026 menantang para generasi muda untuk berinovasi dan berkreasi dalam menjawab beragam tantangan di masyarakat dengan solusi yang berdampak dan berkelanjutan.
Setelah melewati rangkaian seleksi regional yang ketat, sebanyak 27 finalis terbaik melangkah ke panggung nasional. Mereka adalah perwakilan anak muda yang berani mewujudkan idenya menjadi karya berdampak bagi masyarakat serta selaras dengan tujuan SDGs.
Di tangan merekalah, semangat Gen Z tumbuh menjadi harapan akan kontribusi yang semakin besar bagi masa depan Indonesia.
Para finalis mempresentasikan karya inovatif mereka di hadapan dewan juri tingkat nasional yang terdiri atas perwakilan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta PPM School of Management.
Rangkaian kompetisi mencapai puncaknya melalui Webinar Inspiratif dan Awarding pada 21 Oktober 2026. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para finalis untuk memperluas wawasan dan berbagi gagasan.
Yazid Alfata dan Tajrian Nazar dari SMA Fatih Billingual School, Aceh berhasil meraih predikat Gold sebagai pemenang utama melalui karya LeraWash.
Terobosan inovatif dilakukan Yazid dengan membuat produk biodeterjen berbahan alami lerak dan daun waru dipadukan dalam bioplastic pods rumput laut yang biodegradable, menawarkan solusi alternatif deterjen sintetis untuk mengurangi potensi pencemaran perairan.



