Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaAcehDPRA Minta Pemerintah Dukung Perkebunan Anggur di Bireuen

DPRA Minta Pemerintah Dukung Perkebunan Anggur di Bireuen

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Khalili, berharap Pemerintah Aceh mendukung usaha perkebunan anggur yang ada di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang belakangan ini viral di media sosial.

Menurut, anggota DPRA Dapil III meliput Kabupaten Bireuen ini, usaha pertanian tersebut berpeluang menyedot wisatawan domestik. Secara otomatis nantinya bisa membantu mengembangkan ekonomi warga setempat.

“Budidaya anggur yang di Bireuen merupakan program yang sangat bagus dan perlu di dukung. Kita menyarankan pemerintah atau perbankan harus hadir memberikan dukungan baik melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) nya maupun cara lain,” sebutnya kepada waspadaaceh.com, Jumat (16/9/2022).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Khalili. (Foto/Ist).

Jika tanpa dukungan, ucap Khalili, usaha sangat sulit untuk dikembangkan, padahal usaha seperti ini berpotensi menghasilkan pemasukan yang besar.

“Jangan biarkan mereka ini bergelut sendiri, apalagi mereka sudah bisa diandalkan,” katanya.

Politisi Partai Aceh ini tidak hanya berharap kepada Pemerintah Aceh, namun juga menyarankan kepada anggota DPRA agar punya desa binaan terkait tanaman hortikultura di masing-masing Dapil.

“Kalau bisa disetiap Dapil kita bina satu kampung atau lebih supaya petani ini semangat,” jelasnya.

Menurutnya, tanaman hortikultura di Aceh masih kurang. Karenanya dia berharap kepada pemerintah Aceh untuk lebih gencar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga baik itu sayur-sayuran maupun buah-buahan, seperti anggur di atas.

Selain bisa menyiapkan pangan secara mandiri juga bisa mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat, usai pandemi COVID-19, yang hingga kini masih dirasakan dampaknya.

Meski demikian, dia tetap menyarankan tanaman hortikultura yang ramah lingkungan.

“Bukan hanya menghasilkan sayuran yang banyak tapi perlu juga dilihat kualitasnya untuk tidak menggunakan pestisida yang berlebihan,” tutupnya. (Kia Rukiah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER