BerandaAcehDolphin Trip Masih Jadi Favorit Wisatawan Sabang

Dolphin Trip Masih Jadi Favorit Wisatawan Sabang

Sabang (Waspada Aceh) – Wisata dolphin trip atau wisata melihat lumba-lumba di perairan Pulau Weh masih menjadi salah satu paket wisata yang paling diminati wisatawan yang berkunjung ke Sabang.

Rahmah, pelaku wisata Sabang, mengatakan paket dolphin trip tersedia dengan berbagai pilihan kapal sesuai jumlah peserta. Untuk kapal berukuran sedang, tarifnya sekitar Rp600 ribu untuk maksimal dua orang.

Sementara speedboat berkapasitas lima hingga tujuh orang dibanderol Rp1 juta per perjalanan. Sedangkan kapal besar berkapasitas hingga 20 orang dikenakan tarif Rp100 ribu per orang atau sekitar Rp2 juta untuk satu kapal penuh.

“Kita menyediakan beberapa pilihan kapal, mulai dari boat medium, speedboat sampai boat besar sesuai kebutuhan tamu,” ujarnya kepada Waspadaaceh.com, Senin (8/6/2026).

Rahmah menjelaskan perjalanan dolphin trip umumnya dimulai pukul 07.00 WIB. Dalam kondisi normal, wisatawan sudah dapat menemukan kawanan lumba-lumba sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut Rahmah, para operator wisata memiliki grup komunikasi khusus bernama Dolphin Trip Pulau Weh yang digunakan untuk berbagi informasi lokasi kemunculan lumba-lumba.

“Kalau ada yang sudah menemukan lumba-lumba, nanti dibagikan titik lokasinya. Jadi boat lain tinggal mengikuti informasi tersebut,” katanya.

Pada musim kunjungan wisata atau high season, lumba-lumba biasanya dapat ditemukan dari pagi hingga sore hari. Namun, ada kalanya lumba-lumba tidak muncul sama sekali, meski kondisi tersebut tergolong jarang terjadi.

“Paling dalam sebulan sekali ada kondisi lumba-lumba tidak terlihat sama sekali. Biasanya karena cuaca atau faktor makanan mereka (ikan tongkol) yang sedang tidak berada di sekitar pantai,” jelasnya.

Sebelum berangkat, wisatawan diwajibkan menggunakan life jacket atau pelampung demi keselamatan selama berada di laut.

Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen, pihak operator juga menyediakan jasa dokumentasi. Namun bagi yang tidak menggunakan jasa tersebut, kru kapal tetap diminta membantu mengawasi dan memastikan keselamatan penumpang.

Rahmah menegaskan seluruh operator dolphin trip di Sabang bekerja sama dengan Syahbandar dan Dinas Pariwisata untuk menjaga standar keselamatan wisata laut.

“Kapten kapal harus memiliki SKK. Kalau tidak ada, tidak diperbolehkan membawa wisatawan untuk dolphin trip,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pelaku wisata, Syahbandar dan Dinas Pariwisata menjadi salah satu kunci berkembangnya sektor wisata bahari di Sabang.

“Tujuan kami sama, yaitu memajukan pariwisata Sabang dengan tetap mengutamakan keselamatan wisatawan,” tutupnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER