Minggu, Juni 23, 2024
Google search engine
BerandaDiterpa Kasus Perkosaan, Ketua Forkab Aceh Ancam Laporkan Balik Korban

Diterpa Kasus Perkosaan, Ketua Forkab Aceh Ancam Laporkan Balik Korban

Medan — Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, Ahmad Yani alias Polem Muda, mengancam akan melaporkan balik korban berinisial AN, 26, wanita asal Aceh Timur yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pemerkosaan. Ahmad Yani membantah dengan tegas kasus yang menerpanya itu.

“Kita sebagai Anak Bangsa, yang mana kombatan GAM selalu menyuarakan kepentingan masyarakat banyak kita paham. Kasus ini menerpa saya karena posisi saya sebagai Forkab. Forkab secara tegas tidak gentar menghadapi kasus ini,” kata Ahmad Yani kepada waspadaaceh.com, Senin (23/13/2019).

Dia bahkan menyatakan bahwa dengan posisinya saat ini dia memahami banyak kasus yang menerpanya untuk menjatuhkan dirinya khususnya Forkab. Dia dengan tegas menyatakan bahwa kasus itu tidak mengecilkan perjuangannya untuk terus menyuarakan masyarakat banyak.

“Saya paham kasus ini. Kita akan ikuti proses hukum di Polda Metro sampai tuntas. Saya siapkan tim kuasa hukum juga saat ini dalam kajian. Proses kita ikuti. Namun, jika nanti kita tidak terbukti. Maka kita akan laporkan balik mereka (korban_red) atas pencemaran nama baik,” ujarnya.

Ahmad Yani juga berani bersumpah, bahwa apa yang dituduhkan kepadanya dan organisasinya tidak benar dan fitnah. Dia menyayangkan cara-cara pihak tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya dan organisasi dengan cara-cara seperti itu.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa seorang perempuan asal Aceh Timur berinisial AN, 26, berniat hendak menjadi CPNS, malah menjadi korban persetubuhan yang dituduhkan dilakukan oleh Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, berinisial AY alias PM. Kejadian itu disebut-sebut di salah satu apartemen di Jakarta.

Korban sempat dua kali disetubuhi oleh pria yang kerab muncul di media itu. Setelah menjadi korban persetubuhan itu, korban ditinggal begitu saja. Korban bersama rekannya itu kini terkatung-katung di Jakarta karena tidak memiliki tiket pulang ke Aceh.

Korban yang saat ini di bawah perlindungan Ketua Aceh Human Foundation (AHF), Abdul Hadi Abidin atau yang kerap disapa Adi Maros di Jakarta, menceritakan seluruh prilaku Ketua Forkab Aceh itu. Korban mengenal PM melalui media sosial Facebook.

Setelah berkenalan di medsos, kemudian keduanya saling bertukar nomor telepon dan saling berkomunikasi. Korban mengaku kepada PM ingin masuk CPNS dan mencari pekerjaan. Selanjutnya PM meminta kepada korban untuk terbang ke Jakarta agar lebih mudah untuk mengurusi keinginan korban untuk mendapatkan pekerjaan menjadi CPNS.

Yakin dengan janji-janji yang disampaikan PM, korban bersama rekannya PUT, 23, terbang ke Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019, dengan penerbangan Lion Air. Di mana seluruh biaya penerbangan ditanggung oleh PM.

Sesampai di Bandara Jakarta, korban mengaku dijemput oleh supir suruhan PM dan kemudian dibawa ke kawasan apartemen Kalibata City, Tower Viola, untuk menemui PM yang sudah berada di apartemen itu.

Kemudian, korban bersama PM sempat diajak makan terlebih dahulu. Selanjutnya baru korban diajak masuk ke apartemen. Dan aksi bejat itu pun terjadi di malam tersebut.

Ketika paginya, korban kembali diajak makan pagi oleh PM. Anehnya korban tidak diizinkan keluar sendiri dari apartemen. “Saya tidak dikasih ke mana-mana, harus di dalam apartemen saja. Malam itu dua kali saya disetubuhi, saya tidak dikasih kemana-mana. Katanya di Jakarta bahaya kalau keluar sendiri-sendiri,” ujar AN.

Korban bersama rekannya baru berhasil keluar dari apartemen pada Sabtu, 14 Desember 2019. Alasannya pergi ke Monas. PM sempat menghubunginya untuk menanyakan keberadaan korban.

“Saya sempat dihubungi sama PM, kemudian saya jawab saya di Bogor, dan saya jawab besok mau pulang ke Aceh,” ujarnya.

Namun hingga kini tiket yang dijanjikan oleh PM tak kunjung ada. Bahkan PM ketika dimintai tiket pulang belum bisa membeli karena uang proyek belum cair.

“Saya ada hubungi lagi PM, katanya akan segera dibelikan tiket, tapi sampai sekarang juga tidak ada. Saya meminta kepada PM untuk bertanggungjawab atas perbuatannya, saya hanya ingin pulang ke Aceh,” ujarnya. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER