Beranda Aceh Disperindag Minta IKM Batik di Aceh Terus Kreatif dan Inovatif

Disperindag Minta IKM Batik di Aceh Terus Kreatif dan Inovatif

BERBAGI
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh Ir Mohd Tanwier. (foto/Cut Nauval D).

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Mohd Tanwier, meminta para IKM Aceh terutama kerajinan batik untuk terus meningkatkan kreativitas dan berinovasi.

Mohd Tanwier mengatakan Industri Kecil Menengah (IKM) Aceh memiliki sederet produk unggulan potensial karena produk Aceh mempunyai karakteristik khas.

Ia menyebutkan salah satunya seperti kerajinan batik Aceh, di mana desain kerajinan tersebut memiliki filosofi sendiri dengan kearifan lokalnya.

Untuk bersaing di pasar, kata Mohd Tanwier, batik-batik yang dihasilkan para pengrajin di Aceh harus mampu mengikuti perkembangan. Misalnya, kata dia, tampil lebih modern tapi tetap mempertahankan identitas keacehan yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.

“Para desainer mode dan pengrajin batik pun diharapkan terus mencoba berinovasi untuk menghadirkan batik dengan desain motif kekinian, batik Aceh terus update,” tuturnya saat ditemui Waspadaaceh.com, Kamis (16/9/2021).

Kepala Disperindag juga mengatakan, Pemerintah Aceh memberikan perhatian yang cukup besar terhadap peningkatan usaha kerajinan di Aceh dan mengarahkan masyarakat untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Dia menambahkan, dalam pengembangan batik Aceh, Pemerintah Aceh melalui Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Aceh terus berupaya melakukan pelatihan dan pendampingan bagi pengrajin batik Aceh.

Pelatihan tersebut dilakukan melalui Rumoh Batik Aceh yang berlokasi di kawasan Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Ia juga mengatakan, batik sebagai warisan budaya yang amat berharga, maka batik harus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Dia mengimbau kepada masyarakat Aceh terutama generasi milenial untuk bangga dalam menggunakan produk lokal tersebut.

“Batik adalah seni, kita imbau masyarakat untuk menggu­nakan batik Aceh yang merupakan produk lokal Aneuk Nanggroe,” ujarnya.

Selain itu ia juga mengimbau para IKM sektor kerajinan batik untuk memanfaatkan digital marketing dalam mempromosikan batik Aceh, baik luar Aceh hingga mancanegara.

“Selama pandemi ini, kita juga mengimbau kepada pengrajin untuk memanfaatkan digital marketing dalam mempromosikan produknya. Dengan mempromosikan berbagai jenis batik Aceh, kita berharap batik Aceh mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” tutur Kadisperindag Aceh tersebut.  (Cut Nauval d)