Banda Aceh (Waspada Aceh) – Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, memaparkan berbagai strategi penguatan kinerja perusahaan, mulai dari pengelolaan hubungan dengan insan media, pengembangan UMKM, penguatan tata kelola, hingga langkah pemulihan pascabanjir.
pemaparan itu disampaikan Dirut Bank Aceh dalam kegiatan Ngopi Bareng Insan Media yang digelar di Gedung Expo UMKM Bank Aceh, Lampineung, Banda Aceh, Senin (2/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Fadhil menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan komunikasi yang berkelanjutan dengan insan media sebagai bagian dari ekosistem informasi publik.
Menurutnya, peran media sangat strategis dalam menyampaikan berbagai program dan kebijakan Bank Aceh kepada masyarakat.
“Tanpa pengelolaan komunikasi yang baik dengan media, apa yang kami lakukan tidak akan bermakna. Semua program harus dikomunikasikan secara terbuka kepada publik,” ujar Fadhil.
Ia menyampaikan, Bank Aceh Syariah terus berupaya membangun hubungan yang dengan insan media melalui berbagai bentuk promosi dan publikasi, baik di media cetak maupun elektronik.
Dari sisi pengembangan ekonomi, Fadhil menegaskan komitmen Bank Aceh Syariah dalam memperkuat UMKM. PT. Bank Aceh Syariah kembali dipercaya oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI sebagai salah satu lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah untuk tahun anggaran 2026.
Kepercayaan ini diwujudkan dengan pemberian alokasi kuota KUR sebesar Rp 1,5 triliun yang ditujukan untuk memperkuat akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, Bank Aceh secara berkelanjutan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Tak hanya itu, Bank Aceh Syariah juga menjalankan program pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui skema pembiayaan kelompok dengan pola Grameen Bank.
Program ini menyasar kelompok perempuan dalam satu komunitas kecil dengan sistem tanggung renteng, yang dinilai efektif memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Fadhil turut menyinggung penguatan tata kelola perusahaan yang terus berjalan dan berproses sesuai kebutuhan serta regulasi yang berlaku.
Terkait dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2026, Fadhil mengungkapkan Bank Aceh Syariah telah membentuk dua tim khusus pascabencana, yakni tim percepatan pemulihan layanan dan tim recovery pembiayaan.
“Kedua tim ini bekerja secara paralel. Kami memastikan seluruh unit layanan kembali berjalan normal, sekaligus menyiapkan langkah-langkah strategis pembiayaan bagi nasabah terdampak,” ujarnya.
Melalui forum Ngopi Bareng Insan Media ini, Fadhil berharap terbangun pemahaman yang sama antara Bank Aceh Syariah, media, dan masyarakat terkait berbagai kebijakan yang dijalankan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap perbankan daerah tersebut. (*)



