Dampak Kabut Asap, Siswa PAUD dan SD di Sumut Mulai Diliburkan

    BERBAGI
    Cuaca di kawasan pinggiran kota Medan terlihat pekat bak mendung hampir sepanjang hari kemarin, akibat paparan kabut asap yang berasal dari Karhutla di Provinsi Riau. (Foto/sulaiman achmad).

    Medan — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh kepala daerah di Sumut agar meliburkan sekolah tingkat PAUD/TK dan SD terkait paparan kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.

    Surat Edaran Nomor 364/9851 tanggal 24 September 2019 tentang Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan serta Dampaknya di Wilayah Provinsi Sumut itu, ditandatangani Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah. Surat itu telah dikirim ke kabupaten/kota yang mengimbau agar kepala daerah meliburkan sementara sekolah PAUD/TK dan SD selama 3 hari sesuai kondisi daerah.

    Dalam surat edaran itu, Pemprov mengimbau agar mengurangi aktifitas di luar rumah, melakukan kordinasi kepada petugas terkait dan menyiagakan pusat pelayanan kesehatan.

    Kadisdik Sumatera Utara, Arsyad Lubis menjelaskan, imbauan itu juga sudah disampaikan ke jajaran Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Sedangkan untuk sekolah tingkat SMA, pihaknya masih belum mengambil keputusan karena masih akan mengamati dampak kabut asap selama beberapa hari kedepan.

    Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan, menjelaskan adanya potensi hujan di wilayah Sumut, Aceh, Sumbar, Riau hingga Sumsel serta Jambi beberapa hari kedepan.

    “Memang kita harapkan ke depan titik hot spot yang ada di wilayah tetangga kita seperti Riau, Sumsel dan Jambi ini dapat berkurang. Kami juga melihat beberapa wilayah di Sumut, seperti Aek Godang, Nias dan Sibolga sudah menunjukkan adanya penurunan jarak pandang akibat asap,” ujar Edison, Selasa (24/9/2019).

    Untuk titik api di Sumut saat ini ada 3 atau berkurang dibandingkan sebelumnya 15, khususnya di wilayah Labuhan Batu dan juga Tapanuli Utara. Kemudian di Riau juga mengalami penurunan sebanyak 39 titik api, Sumsel 125, Jambi 113, dan Sumbar 2.

    Berdasarkan hasil pemantauan alat bm10 milik BMKG di Stasiun Klimatologi Deli Serdang, konsentrasinya menunjukkan 116,5 mikrogram/m3. Artinya memang masih di bawah ambang batas bawah 150 mikrogram/m3.

    “Saya setuju dengan imbauan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut bahwa kedepannya masyarakat harus menghindari kegiatan di luar ruangan. Kalaupun memang harus melaksanakan kegiatan di luar ruangan, harus menggunakan masker karena memang partikular bm10 ini mempengaruhi sekali terhadap keselamatan kita dan berpotensi menjadi penyakit ISPA,” jelasnya.

    Selasa malam (24/9/2019), setelah turunnya hujan lebat di kawasan Kota Medan, memberikan keuntungan dengan menipisnya paparan kabut asap yang terlihat pada Rabu pagi ini (25/9/2019). (sulaiman achmad)

    BERBAGI