COVID-19 Terus Ambil Korban di Aceh, 9 Meninggal 209 Terpapar

    BERBAGI
    Seorang pasien yang terkonfimasi COVID-19 berinsial AG, 70, yang beralamat sesuai KTP di Banda Aceh, meninggal dunia dalam perawatan di RSUCM milik Pemerintah Aceh Utara, akan dikebumikan di Lhokseumawe. (foto/Ist).
    ILUSTRASI. Seorang pasien yang terkonfimasi COVID-19 berinsial AG, 70, yang beralamat sesuai KTP di Banda Aceh, meninggal dunia dalam perawatan di RSUCM milik Pemerintah Aceh Utara, akan dikebumikan di Lhokseumawe, beberapa waktu lalu. (foto/Ist).

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kasus terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Aceh bertambah lagi sebanyak 209 orang, sembuh 39 orang, dan sembilan orang dilaporkan meninggal dunia.

    Sementara itu, perilaku menjaga jarak dan menghindari kerumunan di Aceh sama dengan rata-rata nasional, namun kepatuhan memakai masker perlu ditingkatkan, kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, secara tertulis kepada media di Banda Aceh, Jumat (4/6/2021).

    “Perilaku protokol kesehatan itu kita ketahui dari hasil monitoring personil pemantauan perubahan perilaku masyarakat di daerah,” ujar juru bicara yang akrab disapa SAG itu.

    Ia menjelaskan, Satgas COVID-19 Nasional, selain merilis Peta Zonasi Risiko COVID-19 di daerah, juga melaporkan hasil pengamatan perubahan perilaku masyarakat di setiap daerah kabupaten/kota, di tanah air.

    Hasil pengamatan periode 24 Mei – 30 Mei 2021, masyarakat yang memakai masker 83,19 persen di Aceh, dan yang menjaga jarak dan menghindari kerumunan sekitar 87,79 persen. Sedangkan presentase rata-rata nasional pemakaian masker pada periode yang sama sekitar 88,45 persen, dan perilaku menjaga jarak dan menghindari kerumunan sekitar 87,6 persen.

    Data-data tersebut menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat Aceh terhadap protokol kesehatan sudah relatif baik. Namun belum lebih baik dari capaian rata-rata nasional, khususnya pada disiplin memakai masker. Masker merupakan alat pelindung mulut dan hidung dari percikan liur atau percikan bersin (lawan bicara), yang merupakan pembawa virus (carrier), jelas SAG.

    “Gunakanlah masker secara benar dan disiplin saat berada di tempat-tempat umum agar terlindung dari infeksi virus corona,” ajaknya. (Ria)