Sabtu, Maret 2, 2024
Google search engine
BerandaNasionalCEO Trans Contintent Ismail Rasyid Beri Kuliah Umum di UTU, Bahas Supply...

CEO Trans Contintent Ismail Rasyid Beri Kuliah Umum di UTU, Bahas Supply Chain dan Logistik 

Meulaboh (Waspada Aceh) – Dunia telah mengalami era disrupsi teknologi yang berdampak ke segala kehidupan. Disrupsi teknologi terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena kehadiran teknologi digital.

Era disrupsi teknologi menyentuh aspek kehidupan dari pribadi hingga bernegara. Disrupsi teknologi juga berdampak pada rantai pasok dan logistik di bisnis global. Manusia tidak bisa mengelak atau menolak kehadiran era disrupsi teknologi.

“Di dunia logistik yang sudah saya geluti lebih dari 30 tahun, disrupsi teknologi adalah keniscayaan. Kita harus kuasai teknologi, kalau gagal maka kita terlindas oleh teknologi,” kata CEO Trans Continent Ismail Rasyid SE, M.MTr saat memberikan kuliah umum di Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (6/2/2024).

Ismail Rasyid dalam presentasi di depan ratusan mahasiswa dan sivitas akademika dengan tema “Peranan Supply Chain (rantai pasok) dan Logistik dalam Persaingan dan Perdagangan Global” menuturkan zaman sudah berubah.

Sejak Terusan Panama dan Suez dibuka, perjalanan mengantar logistik ke seluruh dunia menjadi lebih singkat waktunya. Ini dimungkinkan karena ada temuan teknologi yang canggih untuk masa tersebut. Dengan semakin pendek perjalanan pasok rantai logistik, ini berdampak pada harga produk bisa ditekan semurah-murahnya sehingga menghemat waktu dan juga biaya yang lebih efisien untuk barang barang tersebut tiba di tujuan

“Semua negara mengalami disrupsi teknologi dan kita siap atau tidak siap, disrupsi teknologi sudah kita jalani,” ajak Ismail Rasyid

Alumnus Fakultas Ekonomi Unsyiah dan Magister Manajemen Transportasi Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti ini menjelaskan dengan kondisi terjadinya disrupsi d berbagai sektor, Indonesia punya potensi di perdagangan internasional. Keberadaan Indonesia di level regional dan global, memiliki penguatan rantai pasok, kekuatan SDM, peralatan dan sistem perangkat lunak dan peralatan keras.

“Adik-adik mahasiswa, dunia sekarang beda dengan dunia Ketika saya kuliah. Anda harus menguasai teknologi dengan cepat dan tepat. Jika, Anda terpasung dalam disrupsi teknologi. Kerja sekarang bisa antarnegara. Tidak harus kerja di dalam negeri,” pinta Ismail.

Pengusaha asal Aceh ini memiliki 21 kantor cabang daerah di Indonesia dan kantor cabang di luar negeri, yakni di Australia, Manila, dan Malaysia.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan MoU antara UTU oleh Rektor Prof Ishak Hasan dengan CEO Trans Contintent Ismail Rasyid.

Sebelumnya pada Senin (5/2/2024) Ismail Rasyid juga memberi kuliah umum dengan tema “Supply Chain Management: Strategi Meraih Keunggulan Bersaing Multinasional Corporation di Era Global” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments