Rabu, Februari 21, 2024
Google search engine
BerandaProfilBupati Amru, Diperlukan Keppres Badan Percepatan Pembangunan Wilayah Tengah Aceh

Bupati Amru, Diperlukan Keppres Badan Percepatan Pembangunan Wilayah Tengah Aceh

Medan (waspadaaceh): Pemerintah perlu menetapkan kebijakan prioritas pembangunan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat di kawasan tengah Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.

“Perlu penanganan khusus untuk keempat daerah ini. Akan sangat layak bila pemerintah mengeluarkan Keppres dan membentuk Badan Percepatan Pembangunan Khusus wilayah tengah Aceh,” kata H.Muhammad Amru (foto), Bupati Gayo Lues, saat bincang-bincang dengan Waspada di Medan, Kamis malam (15/2).

Amru menyebutkan, bagi yang sudah pernah mengunjungi daerah-daerah di Propinsi Aceh, baik kawasan pantai Barat, pantai Timur dan kawasan tengah, tentu dapat melihat perbedaan tingkat pembangunan di masing-masing wilayah tersebut. “Wilayah tengah Aceh, pembangunannya agak tertinggal,” katanya.

Bila pemerintah ingin adanya pemerataan pembangunan di Propinsi Aceh, menurut Amru, maka solusi yang paling tepat, adalah dengan mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Badan Percepatan Pembangunan Khusus wilayah Tengah Aceh. Sebab kata Amru, baik ditinjau dari kebutuhan masyarakt dan potensi daerahnya, maka gagasan itu sangat mungkin diimplementasikan.

“Gayo Lues memiliki sumber daya alam cukup potensial dan sebagian wilayahnya masuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser. Begitu juga Aceh Tenggara, Bener Meriah dan Aceh Tengah. Keempat kabupaten ini punya komoditas yang bisa diandalkan. Ada kakao, ada kopi, ada nilam, sere wangi, memiliki danau, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan seni budaya yang dikenal di tingkat dunia,” lanjut mantan jurnalis ini.

“Kopi dan kakao dari daerah ini sudah cukup dikenal hingga ke Eropa, Amerika dan negara-negara Asia. Begitu juga wisata alamnya, karena di sini terdapat sungai Alas dan Taman Nasional Gunung Leuser,” kata Muhammad Amru.

Mengenal wilayah tengah Aceh

Masyarakat di empat kabupaten, yaitu Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh Tengah, terdiri dari suku asli pribumi, yaitu Gayo dan Alas serta suku-suku pendatang. Selama ini masyarakat merasa bahwa daerahnya kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Kondisi itu pula yang kemudian memunculkan gagasan pembentukan Propinsi Aceh Leuser Antara atau ALA.

Kabupaten Gayo Lues merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun 2002, berpenduduk 105.492  jiwa. Daerah ini berada di gugusan pegunungan Bukit Barisan, yang sebagian wilayahnya berada pada Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) – taman nasional warisan dunia. Walau daerahnya agak terisolasi, tapi cukup dikenal dunia internasional, karena kekayaan seni budayanya – Tari Saman, yang telah ditetapkan UNESCO/PBB sebagai warisan budaya dunia (bukan benda). Gayo Lues yang luasnya sekitar 5.719 km2 memiliki kekayaan alam di sektor pertambangan mineral, wisata alam, kopi, kakao, sere wangi, nilam, palawija, peternakan (lembu/kerbau) dan sebagainya.

Sementara Kabupaten Aceh Tenggara, yang memiliki luas wilayah 4.231,43 Km², berpenduduk 207.489 jiwa, memiliki potensi alam yang hampir sama, tapi lebih menonjol adalah kakao, perikanan, palawija/jagung dan wisata alam sungai Alas, yaitu Ketambe, yang dikenal di dunia internasional.

Berbeda dengan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kedua kabupaten ini memiliki komoditas yang cukup dikenal di dunia internasional, yaitu kopi selain hasil bumi yang lain, termasuk pertambangan. Kopi di kedua kabupaten ini dikenal dengan nama Kopi Gayo, kopi yang memiliki cita rasa tersendiri.

Khusus Aceh Tengah yang berpenduduk 213.732 jiwa (data 2010), dengan luas wilayah 445.404.13 km2,  memiliki kekayaan alam tersendiri selain Kopi Gayo, palawija, sayuran dan buah-buahan. Kabupaten ini memiliki danau Laut Tawar – sebuah danau alam yang cukup luas.

Sedangkan Kabupaten Bener Meriah, berpenduduk 122.277 jiwa (data 2010) dengan luas wilayah 1.919,69 km², adalah kabupaten hasil pemekaran Aceh Tengah. Seperti juga kabupaten induk, daerah ini dikenal dengan kopi Gayo, buah-buahan, sayuran dan sektor pertaniannya – khususnya palawija.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments