Selasa, April 16, 2024
Google search engine
BerandaAcehBuka Workshop Cegah Perundungan SMP 17, Ini Pesan Kadisdikbud Banda Aceh

Buka Workshop Cegah Perundungan SMP 17, Ini Pesan Kadisdikbud Banda Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Banda Aceh, Sulaiman Bakri menyatakan untuk mencegah perundungan yang terjadi di sekolah dibutuhkan juga peran orangtua. Orangtua harus berperan aktif selain melakukan pencegahan.

“Peran orangtua sangat besar. Karena akibat dari perundungan itu, mental, pesikis dan psikologi anak akan menimbulkan trauma. Disini lah peran orangtua mendeteksi sejak dini,” kata Sulaiman Bakri saat membuka Workshop Pencegahan Penanganan Kekerasan SMP 17 Banda Aceh, di Aula Auditorium Museum Tsunami Aceh, Selasa (27/2/2024).

Bahkan, dia mencontohkan suatu kasus perundungan yang berdampak pada seorang anak saat usia kuliah trauma yang memiliki masa lalu saat duduk di bangku SMP pernah jadi korban. Namun, tidak dideteksi sejak dini oleh orangtua.

Alhasil, kata Sulaiman, orangtua baru mengetahuinya ketika sang anak masuk kuliah. Seharusnya, komunikasi yang baik juga harus terbangun di dalam keluarga, agar mengetahui sejak dini.

“Apalagi, dengan workshop ini. Tadi saya terima laporan, SMP 17 sudah membentuk tim khusus yang menangani perundungan ini, ditambah adanya pengawasan secara berkala oleh guru. Tim khusus ini juga terdiri dari Komite Sekolah yang merupakan perwakilan orangtua siswa,” ujarnya.

Selain itu juga, ujarnya, perangkat yang tersedia seperti hotline atau nomor telefon yang dapat dihubungi orangtua jika mendapati anaknya menjadi korban perundungan. Termasuk, ada juga kotak pengaduan yang tersedia dan tempat melapor, semua sarana tersebut menjamin kerahasiaan pelapor.

“Saya yakin, dengan sarana dan perangkat yang tersedia ini bisa menekan perundungan terjadi di sekolah, khususnya di SMP 17. Mari kita bersama mencegahnya agar tidak terjadi di sekolah kita,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMP 17 Banda Aceh, Qadarusmi melaporkan sekolah yang berlokasi dekat Museum Tsunami itu sudah memiliki tim khusus terdiri dari Komite dan unsur guru untuk pencegahan perundungan di sekolah. Kemudian, perangkat dan sarana serta pengawasan berkala juga dilakukan secara rutin. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER