Senin, Februari 2, 2026
spot_img
BerandaAcehBuat Gaduh, Jubir KPA Sepakat Ketua DPRA Diganti

Buat Gaduh, Jubir KPA Sepakat Ketua DPRA Diganti

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinamika politik Aceh kembali memanas. Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Zakaria N Yacob yang dikenal dengan sapaan Bang Jack Libya, menyatakan sepakat terhadap wacana pergantian Zulfadli atau Abang Samalangga dari kursi Ketua DPR Aceh.

Ia menilai Zulfadli sudah menjadi sumber kegaduhan di jajaran pemerintah maupun di parlemen Aceh. Ini terlihat dari jejak rekamnya sejak menjadi Ketua DPRA.

“Mungkin yang bersangkutan sudah jenuh, sehingga perlu adanya penyegaraan. Karena itu, saya sepakat untuk mengusulkan kepada Ketua Partai Aceh (PA) H. Muzakir Manaf (Mualem) untuk menganti Abang Samalanga,” tegas Bang Jack Libya melalui WhatsApp (WA) kepada media, Minggu (1/2/2026).

Menurut Bang Jack Libya, dinamika yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, termasuk usulan pergantian Sekda Aceh M. Nasir, bukanlah semata-mata kritikan, melainkan sudah sarat muatan politik. Termasuk soal dugaan adanya praktik “bancakan” APBA 2026.

“Ini sudah tidak sehat dan perlu segara dihentikan. Masih banyak kader PA baik dari kalangan militer (kombatan) maupun sipil, yang cocok dan pantas untuk menduduki jabatan Ketua DPRA, mengantikan Abang Samalangga,” tegas Bang Jack Libya.

Ia juga menduga, selain suara dan gerakan usulan pergantian Sekda Aceh yang datang dari beberapa oknum di DPRA, ada pula pihak lain yang memanfaatkan situasi tersebut.

Selain itu, lanjutnya, terdapat kepala SKPA yang mendapat dukungan dari oknum pimpinan DPRA untuk menjadi Sekda Aceh. Akibat “arena nafsu” tersebut, menurut dia, telah tercipta kegaduhan di jajaran Sekretariat Pemerintah Aceh.

“Karena itu, saya sepakat dan berharap kepada Mualem, untuk menganti Ketua DPRA dengan kader yang lain. Ini dimaksudkan agar jajaran Pemerintah Aceh fokus pada pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh paskabencana banjir dan tanah longsor,” ucap Bang Jack.

Ia juga sepakat dengan pendapat sejumlah pihak bahwa sejak terbentuknya Partai Aceh (PA) pasca MoU damai antara GAM-RI pada 15 Agustus 2005 dan PA menguasai parlemen Aceh (DPRA), baru sosok Zulfadli yang dinilai cenderung menghadirkan kegaduhan.

“Ya, kami di jajaran KPA memantau dan mengikuti. Dari sederet nama Ketua DPRA, mulai dari Hasbi Abdullah hingga Saiful Bahri (Pon Yaya), baru di tangan Abang Samalangga yang begitu gaduh,” tutup Bang Jack.

Sementara itu, Ketua DPRA Zulfadli saat dihubungi beberapa kali tidak bisa tersambung dikarenakan nomor yang bersangkutan tidak aktif. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER