Jumat, Juni 21, 2024
Google search engine
BerandaBPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh Sosialisasi Program Kepada Wartawan

BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh Sosialisasi Program Kepada Wartawan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Penyenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Banda Aceh melakukan sosialisasi kenaikan manfaat bagi peserta yang ikut dalam program BPJamsostek tersebut.
Khusus kali ini BPJS Ketenagakerjaan atau dikenal dengan nama BPJamsostek itu melakukan sosialisasi kepada puluhan wartawan, baik media cetak, elektronik maupun media online, di kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Rabu (11/3/2020).
Kerjasama BPJamsostek Cabang Banda Aceh dengan PWI Aceh itu turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, Sekretaris PWI, Aldin NL, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Iranda, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan, T.Haris Fadillah dan sejumlah pengurus PWI lainnya. Serta dihadiri Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh, Awalul Rizal, beserta pengurus lainnya.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh, Awalul Rizal mengatakan, dalam kalangan masyarakat dikenal dua nama BPJS, yakni BPJS Kesehatan dan satu lagi BPJS Ketenagakerjaan. “BPJS Ketenagakerjaan penyebutannya sering dipanggil dengan nama BPJamsostek,” ujar Awalul.
Kata Awalul Rizal, perlindungan terhadap tenaga kerja adalah suatu hal yang wajib. Karenanya, kehadiran BPJamsostek ini adalah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Aceh. Saat ini sesuai data BPS jumlah tenaga kerja di Aceh berkisar 2,3 juta pekerja.
Terkait dengan kenaikan manfaat program BPJamsostek, kata Awalul, pemerintah telah menaikkan manfaat bagi perlindungan pekerja di Indonesia. Sebelumnya jaminan kematian disebabkan kecelakaan kerja atau meninggal dunia, diberikan Rp24 juta dan awal tahun ini meningkat menjadi Rp42 juta, kata Awalul Rizal.
Kemudian, kenaikan lain seperti santunan bea siswa. Jika orang tuanya sebagai peserta BPJamsostek mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia, maka anaknya akan mendapatkan beasiswa. Kelanjutan pendidikannya, mulai dari TK, SMP, SMA hingga kuliah ditanggung oleh BPJamsostek.
“Jadi, anak-anak yatim, piatu yang ibunya atau ayahnya bekerja dan menjadi peserta Jamsostek, lalu meninggal dunia tidak hilang cita-citanya untuk melanjutkan pendidikannya,” ujar Awalul Rizal.
Dia menyebutkan, hingga saat ada 290 peserta Jamsostek di Aceh. Jadi, baru sekitar 10 persen dari tenaga kerja yang ada sekarang sebanyak 2,3 juta orang. Masih jauh dari harapan kita, tambahnya.
Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Aceh dan memohon dukungan kepada Gubernur Aceh. Salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran atau peraturan gubernur (Pergub) terkait keikutsertaan dalam program BPJamsostek.
Awalul Rizal juga menambahkan, ada empat program andalan BPJS Ketenagakerjaan yakni jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kecelakaan kerja.
Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman mengatakan, sosialisasi BPJamsostek ini sangat penting bagi kalangan wartawan. “PWI Aceh siap memberikan informasi terkait program Jamsostek ini kepada masyarakat. Kami memberikan informasi yang benar bukan hoaks,” katanya.
Tarmilin berharap kerjasama PWI dengan BPJamsostek Cabang Banda Aceh ini tidak hanya sebatas sosialisasi, tapi juga lebih luas lagi, yakni kerjasama untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para jurnalis.
“Karenanya, ke depan semua wartawan wajib mempunyai kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk peningkatan SDM wartawan itu sendiri,” jelas Tarmilin. (T.Mansursyah)
BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER