Beranda Sumut Bobby Kebut Vaksinasi 105.000 Siswa di Medan Sebelum PTM

Bobby Kebut Vaksinasi 105.000 Siswa di Medan Sebelum PTM

BERBAGI
Wali Kota Medan saat kegiatan di SMPN 23 Medan. (Foto/Ist)

Medan (Waspada Aceh) – Wali Kota Medan Bobby Nasution terus mengebut vaksinasi bagi 105.000 siswa di Kota Medan sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara resmi. Vaksinasi menjadi salah satu syarat untuk PTM selain kategori level PPKM.

“Pelajar, tadi sudah saya sampaikan target 105.000 siswa, baru tervaksin 4.000-an. Ini masih kita gencarkan vaksin buat anak-anak kita,” kata menantu Presiden Jokowi itu kepada wartawan di SMP Negeri 23 Medan, Kamis (16/8/2021).

Suami Kahiyang Ayu itu berharap dengan berdoa dan dukungan masyarakat Kota Medan bisa turun level PPKM. Apalagi, selain mengejar vaksinasi, fasilitas yang disiapkan Pemko Medan juga sudah siap untuk PTM.

“Namun, tidak hanya fasilitas saja tapi vaksinasinya juga harus kita perhatikan. Bukan tertular di sekolah, mungkin diluar dari angkot atau dari luar,” ujarnya.

Apalagi, kata Bobby, pihak sekolah atau tidak mau disalahkan juga nanti jika ada siswa yang terkonfirmasi atau tertular COVID 19. Dia pun berharap siswa juga bisa menjaga diri dimana pun berada dengan peran dibantu orangtua.

“Stok hari ini 80.000 dosis, kemarin itu masuk 103.000 dosis. Dalam dua hari ini sudah kita suntikan pada 20.000 siswa, ini terus kita suntikan lagi 3.000 siswa di 3 sekolah yang baru kita suntikan. Ini terus kita masifkan,” ujarnya.

Selain di sekolah, jelas Bobby, vaksinasi juga dilakukan di rutan atau lembaga pemasyarakatan (lapas). Untuk di rutan itu ada 1.000 orang lebih yang sudah disuntik vaksin.

“Pada kegiatan ekonomi, juga akan kita suntikan kalau dosis kita banyak kita juga bisa lebih banyak menyasar warga,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan PTM nantinya, adakah angka minimal dari 105.000 siswa itu untuk divaksin ?

“Karena nantikan dalam PTM itu kan akan kita perhatikan berapa jumlah siswa yang boleh tatap muka. Tidak semua siswa dalam satu kelas boleh semua, nanti kan ada sistemnya 25 % dari masing-masing ruang kelas, atau sekitar hanya 8 orang saja per kelas yang bisa belajar setiap hari. Pembagiannya 25% siswa per kelas per hari,” ungkapnya.

Bobby pun berharap kepada siswa bisa terus sehat saat disuntik vaksin. “Kita pun berharap dek-adek kita dalam keadaan sehat biar bisa disuntikan vaksin tidak ada sakit penyerta atau komorbidnya,” tegasnya. (sulaiman achmad)