Beranda Aceh BKKBN Aceh Teken MoU dengan 45 PAUD se-Kota Banda Aceh

BKKBN Aceh Teken MoU dengan 45 PAUD se-Kota Banda Aceh

BERBAGI
BKKBN Aceh menandatangani MoU dengan 45 PAUD se- Kota Banda Aceh yang diwakili enam PAUD, disaksikan Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, dan Kaper BKKBN Aceh Sahidal Kastri, di Rumah Dinas Wagub Aceh, Kamis (9/9/2021). (Waspada/T.Mansursyah)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sedikitnya 45 lembaga pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Banda Aceh melakukan kerjasama dan penandatangan MoU dengan BKKBN Aceh, berlangsung di Aula Rumah Dinas Wagub Aceh, Kamis (9/9/2021).

Penandatangan MoU tersebut secara simbolis diwakili oleh enam PAUD dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Dyah Erti Idawati dan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Sahidal Kastri.

Kepala BKKBN Aceh Sahidal Kadri mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang sangat penting ini. “Kami di BKKBN siap membantu dan memfasiliasi PAUD di Aceh yang tujuannya untuk meningkatkan SDM kita unggul sebagaimana pesan dari bapak presiden RI Joko Widodo,” tutur Sahidal.

Pada kesempatan itu, Kepala BKKBN Aceh juga membandingkan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) dari negara Korea Selatan (Korsel), padahal kemerdekaan Indonesia dengan Korsel tidak jauh,  bedanya hanya tiga hari dengan kemerdekaan Indonesia, tapi kemajuan SDM nya luar biasa.

Korsel, sebut Sahidal, sangat fokus dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Perhatiannya, sangat luar biasa,” katanya. Begitu juga dengan negara Malaysia dan Amerika Serikat (AS) juga perhatian terhadap PAUD juga luar biasa, bahkan gaji guru PAUD itu lebih besar dibandingkan dengan guru lainnya.

Sementara Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati mengatakan, pemberdayaan terhadap PAUD ini sangat penting. Ia mengibaratkan, dengan membangun sebuah rumah. Yang paling penting dalam membangun rumah adalah pondasinya. Kalau pondasinya tidak kuat maka bangunan rumah itu tidak akan kuat dan akan bisa roboh.

Untuk itu, pondasi itu harus kita perhatikan betul-betul. Demikian juga dengan PAUD ini sekurang-kurangnya harus diperhatikan lima hal layanan yakni pendidikannya, gizi (kesehatan), pengasuhan, kesejahteraan dan perlindungan. Jadi, lima hal ini harus diberikan kepada PAUD agar anak-anak kita bisa sehat dan berakhlakul kharimah,” tutur Dyah Erti Idawati.

Pada kesempatan itu, Kepala BKKBN Aceh  Sahidal Kastri juga melakukan penandatangan MoU dengan  PAUD Permata Hati binaan TP PKK Aceh . (T Mansursyah)