Minggu, Mei 19, 2024
Google search engine
BerandaBegini Perayaan Natal di "Serambi Mekah," Toleransi di Aceh Sangat Kuat

Begini Perayaan Natal di “Serambi Mekah,” Toleransi di Aceh Sangat Kuat

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Meski Aceh berjuluk Serambi Mekah yang dikenal menerapkan hukum syariat Islam, perayaan ekaristi malam natal (misa) sesi I bagi umat Kristiani berjalan aman dan kondusif.

Berdasarkan pantauan Waspadaaceh.com, Jumat malam (24/12/2021), pada pukul 18:00 WIB perayaan malam Natal sudah dimulai untuk sesi I. Umat Kristiani berkumpul dengan jarak yang sudah ditentukan.

Mereka tampak begitu khidmat saat pimpinan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Banda Aceh P Heronimus Radjutuga, OCD, menyampaikan khutbahnya.

Di luar gedung gereja juga terdapat kerlap-kerlip lampu berwarna-warni menghiasi pohon natal. Di bagian dalam gereja juga tak kalah menarik dengan hiasan yang mewah.

Ketua Pelaksana Dewan Harian
Darmin Fajar, kepada Waspadaaceh.com mengatakan, dalam agama Katolik perayaan malam natal tepatnya malam 25 Desember setiap tahunnya diperingati untuk mengenang kelahiran Yesus bagi umat Kristiani.

“Ada beberapa rangkain kegiatan dalam perayaan ini, yang dimulai dengan pengantaran kanak-kanak Yesus, kita bawa ke tempat yang sudah kita sediakan dan kita bentuk seperti goa natal, dan diletakan di sana,” ucapnya.

Kemudian setelah itu, tambah Darmin, kegiatan selanjutnya masuk dalam ibadah sabda. Ada perayaan ekaristi komuni pertama atau puncaknya perayaan, dan setelahnya dilanjutkan dengan perayaan ekaristi penutupan tahun serta perayaan ekaristi tahun baru.

Darmin menyebutkan, akibat pandemi COVID-19 belum berakhir perayaan ekaristi (misa) tidak begitu ramai. Karena misa kali ini, kata Darmin, dibagi atas dua sesi. Sesi pertama mulai dari jam 18.00 WIB, sampai pukul 20.00 WIB, dan sesi kedua pada pukul 20.00 WIB, hingga pukul 22.00 WIB.

“Adapun untuk umat Kristen di Banda Aceh, biasanya yang hadir untuk beribadah mencapai 400 lebih. Namun karena COVID-19 ada prokes yang harus dipatuhi, sehingga kita bagi dua sesi,” jelasnya.

Terkait kesan Natal di Banda Aceh, selama ini kata Darmin selalu damai, tidak ada konflik antar agama.

“Kita sejak kecil di Banda Aceh dan selama ini di dalam perayaan sudah sama-sama saling menghargai. Kalo kita melakukan kegiatan peribadatan, tidak ada gangguan apapun sampai saat ini,” ucapnya.

Dia juga mengakui, toleransi antar umat beragama di Aceh sangat kuat. Bahkan ada yang sama-sama ikut menyaksikan serta pihak aparat Kepolisian juga selalu ikut berjaga-jaga, demi tercipanya suasana yang aman dan nyaman.

Di hari Natal kali ini, dia berharap COVID-19 cepat berlalu dan semua kegiatan bisa normal kembali, sehingga bisa membuat acara lebih meriah. (Kia Rukiah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER