Beranda Info Aceh Jaya Begini Cerita Cut Ida, Bidan dari Aceh Jaya yang Mengabdi di Pedalaman...

Begini Cerita Cut Ida, Bidan dari Aceh Jaya yang Mengabdi di Pedalaman Papua

BERBAGI
Cut Ida saat melakukan rutinitas pengabdiannya kepada warga Papua. (Foto/Ist)

Calang (Waspada Aceh) – Cut Wardatul Jannah, wanita asal Desa Lamteungoh, Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya, seorang bidan, kini mengikuti program Nusantara Sehat selama dua tahun di Distrik Waropko, Kabupaten Bovendigoel, Papua.

“Icut mengikuti program Nusantara Sehat ini selama dua tahun. Terhitung dari tahun 2021 hingga 2023,” kata wanita yang akrab disapa Cut Ida ini saat dihubungi Waspadaaceh.com, Senin (8/11/2021).

Dia bersyukur bisa mengikuti program tersebut. Selain bisa mengasah pengetahuan, juga menjadi ajang mengenal budaya dan suku di daerah lain di Indonesia, selain di Aceh.

Cut Ida mengatakan, orang Papua sangat menjunjung nilai persaudaraan. Mereka tidak segan untuk segera menolong jika melihat ada saudara atau teman mereka yang mengalami kesulitan.

“Orang Papua baik dan ramah. Kehidupan mereka sangat bersahabat. Saya bersyukur sekali bisa ditempatkan di daerah sangat terpencil di Provinsi Papua. Senang bisa bantu masyarakat di pinggiran yang masih kurang tenaga kesehatannya,” ungkapnya.

Cut Ida (tengah belakang) saat bersama para pelajar SD di Papua (Foto/Ist)

Dia menjelaskan, selama bertugas di wilayah pedalaman Papua, banyak hal yang membuatnya takjub. Cut Ida mengaku mencicipi pengalaman baru untuk bisa menjadi motivasi dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.

“Papua itu indah dengan alamnya. Indah dengan budayanya, indah dengan adat istiadatnya,” lanjut Icut.

“Banyak hal yang selama ini tidak saya syukuri. Sekarang saya rasakan, betapa besar nikmat yang Allah berikan. Bisa ngerasain hal-hal yang bikin selalu ingat. Sungguh besar kuasa Nya, betapa indah dan sempurna ciptaan Nya,” ungkapnya lagi.

Namun, tambahnya, rasa rindu terhadap keluarga di kampung halaman, yakni di Aceh Jaya, selalu hadir pada saat hari menjelang malam.

“Icut kangen sekali sama keluarga. Karena pas saat berangkat ke Papua, ayah di Melaboh dan ayah janji akan berangkat ke Banda Aceh untuk antar ke bandara. Saat ayah pulang dari Melaboh ke rumah, ayah langsung sakit, sehingga ayah tidak bisa berangkat ke Banda,” ujarnya.

Keadaan itu tentunya membuat Icut sedih tidak bisa pamit langsung kepada ayahnya. “Sejauh ini Icut selalu berkomunikasi dengan ayah,” ungkapnya dengan nada haru.

Cut Wardatul Jannah merupakan putri pertama dari 4 bersaudara. Dibesarkan dari keluarga sederhana, dia lahir di Desa Alue Gajah, Kecamatan Darul Hikmah pada tahun 1996. Kedua orangtua Icut, T. Abdul Rafat dan Mbak Ummi.

Dia mengaku, sebelum mengikuti program Nusantara Sehat, bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar Calang sebagai bidan. Dia bertekad, nantinya usai mengikuti program tersebut, akan menjadi motivator bagi para bidan di Aceh Jaya, untuk mencari pengalaman kerja di luar daerah dan kembali untuk mengabdi bagi Aceh Jaya.

“Kita perlu melihat daerah lain dan mencari pengalaman kerja di luar. Apa lagi daerah seperti Papua. Pengalaman ini akan sangat berguna saat nantinya kembali dan bekerja di daerah sendiri,” pungkasnya. (Zammil)