Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaBanyak Pembatalan, Hotel dan Arena Wisata di Sumut Sepi Akibat Corona

Banyak Pembatalan, Hotel dan Arena Wisata di Sumut Sepi Akibat Corona

Medan — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara menilai sektor pariwisata paling berpangaruh virus Corona yang terus mewabah dan menjadi pandemi global. Wisatawan lokal dan asing saat ini menahan diri untuk liburan.

“Dampak jelas. Sangat terasa sekali. Karena hotel dan turunannya ini sangat terasa sekali. Contohnya, restoran, pusat jajanan oleh-oleh hingga arena wisata. Semua terdampak,” kata Ketua PHRI Sumatera Utara, Denny S Wardhana, kepada waspadaaceh.com, Jumat (13/2/2020).

Denny menilai saat Februari lalu, kondisi perhotelan di Sumut masih normal meski adanya penurunan. Namun, memasuki Maret ini, ketika semakin banyak negara yang terjangkit Corona, berdampak ke perhotelan.

Denny menuturkan semakin banyak pula negara yang mengeluarkan kebijakan larangan atau seperti notice ke negara tertentu. Hal ini lah yang membuat perhotelan semakin turun.

“Sampai sekarang turun, sudah pada titik hanya 30% rata-rata hunian hotel di Sumut. Bayangkan saja, tidak sampai 50% huniannya. Arab Saudi juga kan sudah keluarkan penghentian Umroh sementara. Banyak negara yang sudah terbitkan notice untuk berpergian keluar negeri,” jelasnya.

Mengenai adanya dampak ekonomi lain, seperti merumahkan sementara karyawan di sektor pariwisata. Seperti yang terjadi di Bali, karyawan dirumahkan sementara dan ada juga yang bekerja hanya diberikan setengah bulan gaji. Denny, menuturkan hal itu bisa saja terjadi di Sumut.

“Di Sumut bisa saja terjadi itu. Kalau ini terus-terusan seperti ini. Potensi kesana bisa saja. Sektor pariwisata ini paling terpukul,” ujarnya.

Mengenai pembatalan event dan meeting dari luar negeri, Denny mengaku ada terjadi. Pembatalan itu lantaran adanya himbauan kurangi kontak dan pertemuan di ruang terbuka mau pun tertutup guna menghindari terpapar virus Corona.

“Bandara saja sepi. Ada pembatalan event dan acara. Termasuk acara kementerian dan pemerintah pusat. Karena kan, pemerintah pusat sudah meminta agar mengurangi pertemuan guna menghindari terpapar virus. Yang ada saat ini hanya acara Pemda saja, itu pun karena sudah terjadwal,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PHRI Kabupaten Karo, Dickson Pelawi, mengaku sejauh ini masih normal. Wisatawan yang datang ke Kabupaten Karo juga masih cenderung wisatawan lokal dari kota tetangga.

“Sejauh ini masih, oke. Karena kecenderungan wisatawan yang datang di bulan sekarang ini kebanyakan wisatawan nusantara yang berasal dari kabupaten tetangga. Namun agar wisatawan merasa nyaman, kita tingkatkan kebersihan dan menambah pembersih di wastafel hotel,” akunya.

Dickson juga mengeluarkan imbauan kepada pengusaha hotel, untuk tetap meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Antara lain menjaga kebersihan, dan mengajak wisatawan untuk mengonsumsi sayur dan buah lokal guna meningkatkan daya tahan tubuh calon wisatawan.

Sedangkan GM Sibayak Hotel Berastagi, Dedy Nelson, menuturkan bisnis hotelnya masih stabil apalagi pasarnya lebih banyak wisatawan lokal.

“Tetapi bisnis kita lebih ke wisatawan lokal. Saat ini masih stabil. Walaupun demikian langkah langkah antisipasi sudah disiapkan yang diseponsori PHRI Kabupaten Karo,” tegasnya. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER