BerandaBeritaBanjir Bandang Kembali Terjang Desa di Tapteng

Banjir Bandang Kembali Terjang Desa di Tapteng

Medan (Waspada Aceh) – Banjir bandang kembali menerjang sebagian kawasan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, khususnya Kelurahan Hutanabolon dan Sipange Kecamatan Tukka, pada Sabtu sore (18/7/2026).

Hujan deras yang mengguyur kawasan Tapanuli Tengah selama dua hari ini menyebabkan rumah-rumah penduduk terendam air.

Air meluap deras, membawa material lumpur dan kayu besar yang hanyut terbawa arus. Bencana ini menimbulkan kepanikan warga yang terjebak di dalam rumah.

Banjir bandang ini kembali menyorot belum tuntasnya penanganan persoalan banjir yang terjadi akhir tahun 2025 di wilayah tersebut, meski berbagai langkah penanganan dan mitigasi telah disampaikan pemerintah daerah.

Warga menilai persoalan mendasar seperti kapasitas saluran drainase, aliran sungai, hingga sistem pengendali banjir belum ditangani secara optimal dan menyeluruh.

Dikutip dari Waspada.id, salah satu warga yang terdampak, Ardiansah, mengungkapkan kekecewaan mendalam karena ancaman banjir terus berulang tanpa perubahan berarti.

“Setiap hujan sebentar saja banjir sudah datang lagi, kami selalu menjadi korban. Kami ingin pemerintah benar-benar hadir dengan tindakan nyata, bukan hanya ucapan di media. Sampai kapan masyarakat harus hidup terus dalam ancaman ini?” ujarnya.

Warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat saat banjir melanda. Mereka meminta langkah konkret seperti normalisasi sungai, perbaikan sistem drainase, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta evaluasi menyeluruh terhadap kawasan yang kerap dilanda bencana serupa.

Kejadian berulang ini juga mempertanyakan sejauh mana pelaksanaan dan evaluasi program mitigasi bencana yang telah direncanakan. Masyarakat berharap pemerintah dapat membuka informasi secara transparan mengenai program yang telah dijalankan, hasil evaluasinya, serta rencana tindak lanjut agar banjir tidak terus-menerus menimpa wilayah tersebut.

Bagi warga Hutanabolon, banjir yang datang berulang bukan lagi sekadar bencana musiman. Kejadian ini dinilai menjadi ujian nyata bagi keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Selama belum ditemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan, warga khawatir setiap kali hujan deras turun hanya akan mengulang penderitaan yang sama. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER