Kamis, April 18, 2024
Google search engine
BerandaBangkai Babi dari Sumut Cemari Sungai di Aceh, PDAM Hentikan Distribusi Air...

Bangkai Babi dari Sumut Cemari Sungai di Aceh, PDAM Hentikan Distribusi Air Bersih

Singkil (Waspada Aceh) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Singkil Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, terpaksa menghentikan sementara distribusi air bersih di wilayah Kecamatan Singkil.

Sesuai Surat Edaran yang dikeluarkan PDAM Tirta Singkil, Nomor:PENG-24/PDAM-TS/XI/2019, bersifat penting, tentang pengumuman penghentian suplai air bersih, menyusul adanya bangkai babi yang hanyut hingga ke Sungai Pea Bumbung Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Dugaan bangkai itu berasal dari wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Bangkai-bangkai babi yang hanyut di Sungai Pea Bumbung tersebut, sebagaimana  informasi beredar, disebabkan terjangkit virus Hot Cholera. Sehingga untuk menghindari penularan virus yang dibawa oleh bangkai babi terhadap masyarakat, terutama pengguna air PDAM Tirta Singkil, maka untuk sementara distribusi air bersih kepada pelanggan dihentikan.

Surat edaran itu ditandatangani Direktur PDAM, Yusbar, menyebutkan, penghentian distribusi itu dijadwalkan sejak 14 Nopember 2019 sampai dengan 17 Nopember 2019 mulai pukul 22:00 WIB.

Sementara Sekda Aceh Singkil, Azmi, dikonfirmasi Waspada, Sabtu (16/11/2019) menanggapi pencemaran sungai tersebut mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim gabungan Forkopimda untuk meninjau sungai dan mengevakuasi bangkai babi untuk dikubur atau dibakar.

Disebutkannya, masyarakat tidak perlu risau kadar kotoran yang ada di sungai bila sifatnya alamiah, karena akan kembali steril. Sungai tidak akan tercemar lama, hal itu hasil koordinasi pihaknya dengan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan MPU Aceh Singkil.

Kolera pada bangkai babi tidak akan terkontaminasi dengan manusia maupun hewan lainnya, karena berbeda gen. Kendati demikian, Azmi tetap mengimbau kepada masyarakat, terutama yang berada di daerah aliran sungai (DAS) untuk mewaspadai supaya jangan sampai mengonsusmi air sungai terutama untuk sementara waktu, bila masih ragu.

“Biarkan air ini mengalir membawa bangkai babi. Kalau air sudah tidak berbeda rasa, warna ataupun baunya, di situlah bisa kembali digunakan,” ucapnya.

Sekda juga menghimbau agar Pemko Subulussalam untuk terus mengevakuasi bangkai babi yang masih berada di wilayah hulu. Sehingga tidak dibiarkan mengalir sampai ke Singkil, pinta Azmi.

Sebelumnya, warga Daerah Aliran Sungai (DAS) Singkil, Aceh Singkil, dihebohkan dengan munculnya banyak bangkai babi yang mengapung di Sungai Singkil dan terus hanyut ke laut.

Masyarakat menduga bangkai babi tersebut hanyut dari wilayah permukiman perbatasan Aceh-Sumut yang sengaja dibuang ke aliran sungai. Menurut warga di aliran sungai diperkirakan sudah ada ratusan ekor bangkai babi yang hanyut di sungai maupun anak sungai di Singkil.

“Ada banyak juga hanyut, ada juga beriringan sampai empat ekor berjarak puluhan meter,” kata Guntur, warga Singkil, Jumat (15/11/2019).

Sementara Asman, warga Desa Kilangan Kecamatan Singkil menyebutkan, bangkai babi itu sudah terlihat hanyut dalam satu minggu ini. Hal senada juga dikeluhkan Rere, warga Singkil yang melihat beberapa ekor bangkai babi yang hanyut di anak sungai Bengkolan, Dusun Rintis.

“Kami sangat khawatir dan merasa resah, untuk berwudhu, mandi, mencuci pakaian dan mencuci piring di Sungai Bengkolan Rintis. Sebab ada dugaan sungai tersebut sudah tercemar bangkai babi,” sebutnya.

Warga Aceh Singkil menduga bahwa bangkai babi berasal dari daerah perbatasan Aceh – Sumut, yaitu Kabupaten Dari atau Kabupaten Phak-Phak Barat melewati alur Sungai Lae Combih, atau dari Aceh Tenggara melalui Sungai Lae Alas. (Arief)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER