Beranda Wisata & Travel Bakri Siddiq: Perkuat BASAJAN Jadi Wisata Terintegrasi Aceh

Bakri Siddiq: Perkuat BASAJAN Jadi Wisata Terintegrasi Aceh

BERBAGI
Tiga kepala daerah, yakni Pj Wali Kota Sabang, Reza Pahlevi, Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq dan Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto. (Foto/ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kerjasama Banda Aceh, Sabang dan Jantho (BASAJAN) yang dideklarasikan pada 2008 oleh Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin, Wali Kota Sabang Munawarliza Zainal dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud harus diintensifkan dan ditingkatkan lagi.

“Kerjasama regional Basajan itu lahir dari keinginan untuk memajukan daerah dengan memadukan potensi yang dimiliki masing-masing daerah, ini sangat baik dan harus diintensifkan serta ditingkatkan lagi,” kata Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq di Banda Aceh, Selasa (4/10/2022).

Seusai bertemu Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi dan Pj Bupati Aceh Besar Iswanto di Banda Aceh pada 4 Oktober 2022, dia mengatakan Basajan merupakan sebuah konsep dan strategi kerjasama pembangunan yang dibangun secara terpadu tiga dearah, khususnya di bidang Pariwisata, infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saya menginginkan bukan hanya sektor pariwisata yang menjadi fokus utama dari BASAJAN, tapi budaya juga tidak boleh dilupakan, begitu juga bidang infrastruktur dan SDM,” katanya lagi.

Menurutnya, Kota Banda Aceh, Sabang dan Kabupaten Aceh Besar memiliki masing-masing keunggulan yang dapat saling mengisi, tiga daerah ini juga selain mempunyai potensi wisata alam dan keindahan pantai serta laut yang memukau, juga memiliki potensi peninggalan sejarah seperti makam ulama, peninggalan zaman kolonial Belanda hingga bukti terjadinya kedahsyatan bencana tsunami akhir 2004.

“Potensi ini harus dikemas secara lebih baik dan menjadi modal terwujudnya Aceh Meutaloe Wareh, Gaseuh Meugaseuh, Bila Meubila serta diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19,” ujar Bakri.

Sebagaimana di ketahui Basajan lahir dari adanya kesamaan visi tiga kepala daerah Basajan, di Banda Aceh pada bulan Juni 2008 bertepatan dengan acara HUT Kota Banda Aceh ke-803.

Kesepakatan ini selanjutnya dalam bentuk Nota Kesepahaman Nomor 17/MOU/2008, dan Nomor 134.4/2531/2008 dan Nomor 119/7424/2008” tertanggal 6 Agustus 2008, dan Peraturan Bersama (Perma) No. 18 th 2009 (Banda Aceh), No. 25 th 2009 (Sabang) dan No. 25 th 2009 (Aceh Besar).

Pembentukan Basajan juga tidak terlepas dari adanya dukungan Gubernur Aceh Ir Irwandi Yusuf Msc, dalam wujud Peraturan Gubernur Provinsi Aceh No 66 Tahun 2009 Tentang dukungan Kerjasama Regional Basajan.

Secara khusus Basajan mendapat dukungan DED dan GTZ dari Jerman. Tindak lanjut dari berbagai dukungan tersebut mengkristal dalam konferensi internasional Basajan di kantor Euro House di Banda Aceh, pada pertengahan tahun 2008 dan secara resmi didirikan dalam suatu acara khusus di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh pada 18 Juli 2008. (*)