Rabu, Februari 28, 2024
Google search engine
BerandaBahas Nasib perusahaan Media Massa di Aceh, SMSI Aceh dan Bank Aceh...

Bahas Nasib perusahaan Media Massa di Aceh, SMSI Aceh dan Bank Aceh Syariah Gelar Diskusi Terbatas

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Industri media mengalami berbagai tantangan selama beberapa tahun terkahir. Selain pandemi COVID-19 yang berdampak pada merosotnya pendapatan bisnis media, industri ini juga menghadapi disrupsi digital.

Hal ini mengemuka dalam diskusi “Menyoal Nasib Perusahaan Media Massa di Aceh,” yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Aceh bersama Bank Aceh Syariah, di Banda Seafood Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (27/4/2022).

Ketua SMSI Aceh, Aldin Nainggolan, menyampaikan sektor industri media massa di Aceh saat ini menghadapi tantangan dalam beberapa hal, di antaranya yakni disrupsi, pandemi COVID-19 dan pendapatan iklan yang merosot tajam.

Oleh karena itu industri media massa dituntut untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar pada era globalisasi berbasis teknologi digital saat ini.

Selain itu, Aldin menyampaikan, akibat permasalahan itu, banyak perusahaan media yang kesulitan dalam menggaji karyawannya. Hal itu karena penerimaan iklan menurun, dan tidak adanya dukungan permodalan. Untuk itu dibutuhkan stimulus dari perbankan atau lembaga keuangan non bank.

Lanjut Aldin, beberapa daerah di Indonesia, seperti di Jakarta dan Jawa Barat, perusahaan pers bekerjasama dengan permodalan dari lembaga keuangan non bank seperti permodalan ventura maupun dari perbankan.

Ketua SMSI Aceh ini mempertanyakan apakah industri media di Aceh, yang mayoritas masih skala UMKM, bisa mendapatkan kemudahan dari perbankan untuk mengakses permodalan di Bank Aceh Syariah? Tujuannya, kata Aldin, agar media massa di Tanah Rencong ini dapat tetap eksis dan selalu berperan dalam memajukan Aceh.

“Namun yang menjadi pertanyaannya, apakah perusahaan media di Aceh bisa mengakses permodalan dengan biaya rendah? Lalu bagaimana skema pembiayaan agar perusahaan media di Aceh tetap eksis,” tanya Aldin.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, juga menyampaikan pers sangat berperan mendukung dunia usaha dan terutama bagi perbankan. Pengelola media harus bisa menemukan model bisnis baru, sebagai konsekuensi dari transformasi digital dan terjadinya disrupsi.

Haizir juga mendorong pers untuk menjaga independensi dan keakuratan informasi agar bisa tetap eksis.

Menjawab pertanyaan dari Ketua SMSI, Haizir mengatakan, pihaknya memberikan peluang dan kemudahan kepada perusahaan media untuk mengakses permodalan dengan skema yang disepakati bersama.

Terkait skema permodalan, pihaknya meminta kepada industri media agar mempersiapakan rencana bisnis yang profesional dan harus membuktikan ada hasil atau output yang sesuai dengan rencana bisnisnya.

“Industri media tentu berpeluang untuk mengakses permodalan, tentunya harus ada rencana keberlanjutan,” tutur Haizir Sulaiman.

Lanjut Haizir, pihak perbankan juga mengalami fenomena yang sama, yaitu tantangan disrupsi digital. Oleh karena itu, kata Direktur Bank Aceh Syariah ini, perlunya kolaborasi untuk menghadapi tantangan tersebut.

Kegiatan ini ditutup dengan memberikan santunan kepada anak yatim dari keluarga wartawan, yang dirangkai dengan acara berbuka puasa bersama.

Hadir dalam acara tersebut pimpinan dari berbagai perusahaan media di Aceh yang tergabung dalam SMSI Aceh. (Cut Nauval d)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments