Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaAwas! Banyak Warga Aceh Pulang dari Malaysia Lewat Jalur "Tikus"

Awas! Banyak Warga Aceh Pulang dari Malaysia Lewat Jalur “Tikus”

Kualasimpang (Waspada Aceh) – Diperkirakan banyak warga Aceh yang selama ini merantau di luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand, yang akan pulang ke Aceh tapi masuk secara ilegal ke perairan Tamiang melalui pelabuhan dan jalur “tikus”.

Jalur dan pelabuhan tikus ini ada di kawasan pesisir Aceh Tamiang, kata Panglima Laot Kab.Aceh Tamiang, Anwar Muhammad, kepada Waspada, Senin(30/3/2020). Dia meminta semua pihak memantau kedatangan mereka. Jalur atau pelabuhan”tikus” merupakan istilah untuk jalur/alur kecil dan pelabuhan tidak resmi (ilegal).

Panglima Laot Aceh Tamiang itu mengimbau kepada semua Panglima Laot Lhok se kecamatan di daerah pesisir di Aceh Tamiang, agar memantau pergerakan warga Aceh dari luar negeri yang masuk melalui pelabuhan tikus ke Aceh Tamiang.

Antara lain, kata Anwar, Panglima Laot Lhok Kecamatan Seruway, Bendahara, Banda Mulia dan Kecamatan Manyak Payed, yang merupakan daerah pesisir perairan Aceh Tamiang yang dekat dengan Selat Malaka.

Panglima Laot Kabupaten Aceh Tamiang, Anwar Muhammad, ketika memberikan keterangan pers, Senin(30/3/2020). (Waspada/Muhammad Hanafiah)

“Agar memantau warga Aceh yang masuk melalui pelabuhan tikus di perairan Aceh Tamiang yang pulang dari luar negeri, yaitu Malaysia dan Thailand, yang merupakan negara yang memberlakukan luckdown akibat COVID-19,” ujarnya.

“Perairan Aceh Tamiang merupakan perairan yang paling dekat dengan Negara Malaysia dan Thailand. Sehingga tidak tertutup kemungkinan warga Aceh yang merantau di negara tersebut banyak pulang ke Aceh melalui perairan Selat Malaka dan masuk ke pelabuhan tikus yang ada di daerah pesisir Aceh Tamiang,” lanjut Anwar.

Menurut Anwar, imbauan tersebut merupakan upaya pencegahan dan penanganan terhadap warga Aceh dari luar negeri yang masuk secara tidak resmi, sehingga akibatnya akan sulit dipantau kondisi kesehatannya. Pencegahan masuknya warga Aceh melalui jalur tikus, adalah sebagai upaya untuk menekan penyebaran COVID-19 dari luar negeri.

Anwar mengimbau kepada Panglima Laot Lhok di kecamatan pesisir, jika menemukan warga dari luar negeri yang masuk melalui perairan Aceh Tamiang, untuk segera melaporkan kepada pihak terkait terdekat agar diperiksa dan menjalani protokol kesehatan.

“Pemerintah perlu serius memperhatikan hal ini dan memang perlu dilakukan pengawasan terhadap warga Aceh yang pulang dari luar negeri. Terutama yang masuk melalui jalur tidak resmi,” tegas Panglima Laot Kabupaten Aceh Tamiang. (b23)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER