Beranda Olahraga Anthony Ginting Memecah Kebekuan Indonesia di Olimpiade Setelah 17 Tahun Absen

Anthony Ginting Memecah Kebekuan Indonesia di Olimpiade Setelah 17 Tahun Absen

BERBAGI
Kemenangan Anthony Ginting atas wakil Denmark, Anders Antonsen di Musashino Sports Plaza Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021), memecah kebekuan tunggal putra Indonesia, yang selama 17 tahun tak lolos semifinal Olimpiade. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kemenangan Anthony Ginting atas wakil Denmark, Anders Antonsen di Musashino Sports Plaza Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021), memecah kebekuan tunggal putra Indonesia, yang selama 17 tahun tak lolos semifinal Olimpiade.

Sebab itu, kemenangan Ginting pada Sabtu tadi siang, disambut suka cita masyarakat Indonesia. Kini menjadi tranding topik dan viral di media sosial. Tidak kecuali mantan Ketum PBSI, Gita Wirjawan. Dia menulis, tunggal putra pertama Indonesia lolos semifinal Olimpiade sejak Taufik Hidayat.

Harapan Anthony Ginting bisa meraih medali pada Olimpide Tokyo 2020 tahun 2021 ini ramai diperbincangkan. “Setelah 17 tahun akhirnya selamat Ginting. Yok bisa ikuti jejak idola mu Taufik Hidayat, yuk ginting pasti bisa dapat Gold Medal ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘,” tulis komentar @inci4869.

Anthony Ginting satu-satunya tunggal putra yang tersisa setelah tunggal putra lainnya Jonathan Christie alias Jojo tersingkir di babak penyisihan. Dia kalah dari tunggal putra China Shi Yu Qi, Kamis (29/7/2021). Jojo menyerah dua game langsung dari Shi Yu Qi, 11-21, 9-21, dalam tempo hanya 34 menit.

Anthony Sinisuka Ginting punya rekor apik ketika bersua Antonsen, yakni dengan keunggulan 3-0. Namun, pertarungan kali ini berjalan sangat ketat, tiga gim (game).

Anthony Ginting bermain ketat dengan wakil Denmark di poin awal. Kedua pemain kejar-mengejar poin hingga skor menjadi 5-5. Namun, wakil Indonesia berhasil unggul di interval gim pertama dengan skor 11-8 atas wakil Denmark.

Antonsen berhasil menempel ketat Anthony Ginting dengan skor 12-14. Namun karena kegigihannya, Anthony Ginting menutup gim pertama atas Anders Antonsen dengan skor 21-15.

Gim kedua, kembali terjadi pertarungan yang alot. Namun setelah skor 5-5, Ginting kehilangan lima poin dari pengembalian bolanya yang keluar, skor 5-9.

Tertinggal 7 poin, Ginting mencoba bangkit. Namun, lagi-lagi, bola pengembalian Ginting out. Antonsen makin menjauh, 13-7. Ginting bersusah payah untuk mengejar. Skor akhir pada gim kedua ialah 21-15.

Titik balik permainan Anthony Gintin berhasil diperoleh pada set ketiga. Meskipun ia sempat tertinggal 9-11 di interval gim ketiga, Anthony Ginting tidak mau menyerah. Ia terus menerus mengejar Antonsen, kedua pemain berjarak satu poin sampai akhirnya Antonsen memimpin 14-11.

Ginting mengejar lagi, skor 14-14.ย Ginting berbalik memimpin 16-14. Sayangnya, Antonsen mengejar, 16-15.

Anthony Ginting menutup kemenangan atas Anders Antonsen di gim ketiga dengan skor 21-18. Berkat kemenangan ini, ia berhasil melaju ke babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

Selain Anthony Ginting, ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Rahayu Apriyani kembali mencetak sejarah dengan menembus babak final bulutangkis Ganda Putri Olimpiade Tokyo 2020.

Ini pertama kalinya ganda putri Indonesia menembus final Olimpiade sejak badminton dipertandingkan di pesta olahraga terbesar dunia itu pada 1992.

Dalam babak semifinal Sabtu (31/7/2021) di Musashino Forest Sports Plaza Tokyo, mereka berhasil mengandaskan ganda andalan Korea Selatan, Lee Soo Hee dan Shin Seung Chan, dalam dua set langsung, 21-19 dan 21-17, selama 71 menit.

Selanjutnya, di babak final pada Senin nanti(2/8/2021), mereka akan meladeni ganda putri asal China, Jia Yifan/Chen Qingchen, yang dalam pertandingan semifinal lainnya, juga mengalahkan pasangan Korsel, Kong Hee-yong/Kim So-yeong, dalam dua set.(Aldin NL)