Anggota DPRA: Sistem Sering Offline, Nasabah Keluhkan Pelayanan BSI

    BERBAGI

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sejumlah nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) mengeluhkan pelayanan bank tersebut yang dinilai tidak maksimal. Nasabah kesulitan melakukan transfer mau pun untuk setor tunai.

    Anggota DPR Aceh, Bardan Sahidi, meminta pihak BSI untuk meningkatkan manajemen dan IT perbankan tersebut. Bardan  mengaku telah meneruskan keresahan warga dalan rapat DPRA, tentang penggunaan jasa perbankan dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang mengalami kendala.

    “Meneruskan keresahan publik Aceh yang menggunkan jasa perbankan dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada Bank BUMN, yakni BSI atas kekosongan kas, gagal trasfer saldo terdebit, yang menyebabkan antreaan panjang,” tutur politisi PKS itu kepada Waspadaaceh.com secara tertulis.

    Menurut Bardan, hal tersebut disebabkan kelemahan manajemen dan lemahnya dukungan IT perbankan di Aceh. Ia meminta pemerintah agar mengatasi hal tersebut secepatnya, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri dan pembayaran gaji ASN.

    “Saya meminta pemerintah dapat mengatasi ini dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apalagi menjelang Idul Fitri dan pembayaran gaji ASN bulan ke-13,” ujarnya.

    Salah seorang nasabah BSI, Tommy, mengatakan bahwa sejak kemarin sampai hari ini mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BSI error saat dia hendak bertransaksi.

    “Dari kemarin sore ATM BSI error, tidak bisa tarik uang, tidak bisa transfer, padahal ini keperluan mendesak,” Keluh Tommy, Selasa (4/5/2021).

    Hal yang sama juga dikeluhkan oleh nasabah lainnya, Cut Nada. Dia sangat kecewa atas pelayanan bank tersebut. Saat hendak transfer tunai melalui kantor tersebut, mesin ATM eror, dan kata pihak bank jaringan offline.

    “Udah lama nunggu antrean untuk bisa transfer tunai, eh tiba-tiba kata pihak banknya jaringan offline,” keluhnya.

    Warga berharap agar sistem pelayanan bank ini supaya lebih ditingkatkan. (Cut Nauval d)