Anggota DPR RI, M. Salim Fakhri: Mentan Tantang Distanbun Aceh Siapkan Program Sebelum 17 Agustus

    BERBAGI
    Anggota DPR RI asal Aceh, M.Salim Fakhri, memfasilitasi pertemuan antara Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin L,impo dengan Distanbun Aceh serta Dinas Peternakan yang turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, di Jakarta, Selasa (26/7/2022). (Foto/Ist)

    Jakarta (Waspada Aceh) – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menantang Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh untuk menyiapkan program sebelum 17 Agustus 2022. Program itu nantinya akan menjadi prioritas untuk direalisasikan oleh Mentan khusus untuk Provinsi Aceh.

    Hal itu terungkap dalam pertemuan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin L,impo yang difasilitasi oleh Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh M.Salim Fakhri dengan Distanbun Aceh serta Dinas Peternakan yang turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, di Jakarta, Selasa (26/7/2022).

    Dalam kesempatan itu, SYL meminta kepada Distanbun Aceh dan Dinas Peternakan Aceh untuk menyiapkan program, proposal dan usulan apa saja yang dibutuhkan untuk Aceh. Usulan itu diminta SYL agar dapat disampaikan kepadanya sebelum 17 Agustus bulan depan. Namun jika melewati tanggal itu, SYL tidak bisa menjamin.

    Mendapat respon positif itu, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, merespon positif dan langsung meminta Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah dan Kadis Peternakan Aceh, Zalsufran untuk menyiapkan dokumen yang dimaksud. Apalagi, SYL juga langsung menugaskan jajaran Direktur Jenderal (Dirjend) Kementan RI.

    “Permasalahan yang dibahas itu termasuk soal sapi dan bantuan alat pertanian. Dilapor ibu Cut, Kadis, termasuk bibit kopi. Mentan perintah Dirjend untuk dipercepat. Pj Gubernur memfasilitasi. Membantu rakyat, jangan main-main. Dibilang pak Syahrul untuk membantu rakyat,” kata Salim Fakhri yang juga Ketua DPD II Golkar Aceh.

    Komisi IV DPR RI dalam hal ini, kata Salim Fakhri, memfasilitasi pertemuan Mentan dengan Pj Gubernur Aceh dan dinas teknis terkait. “Kita ingin, agar kepentingan rakyat Aceh bisa difasilitasi dengan baik oleh pemerintah pusat. Sebagai perwakilan rakyat di pusat, kita siap membantu,” tegssnya. (sulaiman achmad)