Beranda Aceh Alot, M. Najur Mundur dari Pencalonan Ketua PGRI, Begini Prosesnya

Alot, M. Najur Mundur dari Pencalonan Ketua PGRI, Begini Prosesnya

BERBAGI
Bupati bersama unsur Forkopimda, Ketua PGRI Aceh, Kadisdikbud Aceh, Kadisdik dan Ketua PGRI Aceh Singkil usai membuka Konferensi XXII, Sabtu (3/10/2020). (Foto/Arief H)

Singkil (Waspada Aceh) – Ketua PGRI Aceh Singkil periode 2015-2020 M.Najur kembali diusulkan oleh masing-masing cabang PGRI di 11 kecamatan, untuk dicalonkan sebagai Ketua PGRI Aceh Singkil periode 2020-2025.

Ironisnya, meski dicalonkan 11 perwakilan PGRI cabang serta 1 cabang suara para pengurus PGRI Aceh Singkil, namun dua kali M.Najur tetap menyatakan tidak lagi mencalonkan diri sebagai Ketua PGRI, dengan alasan kondisi kesehatan yang menurun.

Pengamatan Waspada, proses pemilihan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada Konferensi PGRI ke-XXII yang berlangsung di Gedung Serba Guna Langgeng Jaya Kecamatan Gunung Meriah, berlangsung alot.
Lantaran, masing-masing utusan PGRI cabang yang seluruhnya mengusulkan M.Najur sebagai calon tunggal, sempat akan meninggalkan ruang sidang setelah usulannya ditolak incumbent ketua PGRI, yang menyatakan tidak bersedia mencalon diri lagi.

Sementara pimpinan sidang Sekretaris Umum PGRI Aceh, Nurdin, menskor tiga menit jalannya sidang. Dia menyarankan M.Najur yang dicalonkan sebagai Ketua PGRI berembuk dengan Ketua PGRI Aceh serta masing-masing ketua cabang di luar sidang.

Usai musyawarah, lantas pimpinan sidang langsung membuka kembali sidang pleno dan menyatakan M Najur sebagai Ketua PGRI Aceh Singkil. M Najur terpilih berdasarkan hasil musyawarah seluruh PGRI cabang.

Sementara M.Najur, setelah mengabsen masing-masing PGRI perwakilan cabang yang seluruhnya masih lengkap di ruang sidang, tidak dapat menolak hasil pleno tersebut, yang telah menetapkan dirinya menjadi Ketua PGRI pAceh Singkil periode 2020-2025.

Sebelumnya, pimpinan sidang menyampaikan, proses pemilihan dilakukan dengan sistem paket, sesuai AD/ART PGRI tahun 2020. Masing-masing suara sah sebanyak 3 orang dari 11 perwakilan PGRI cabang, ditambah pengurus PGRI Singkil dan 1 suara dari PGRI provinsi.

Dari hasil pemilihan Ketua PGRI itu, para pemilih menyampaikan hak suaranya melalui surat suara untuk masing-masing paket.

Sebelumnya, saat pembukaan Konferensi PGRI ke-XXII oleh Bupati Aceh Singkil. Dulmusrid, Ketua PGRI Provinsi Aceh, Al Munzir menyampaikan, Konferensi PGRI Aceh Singkil dan Subulussalam menjadi yang teristimewa.
Lantaran, dihadiri langsung oleh Kadisdikbud Provinsi Aceh Rahmat Fitri HD, yang sempat melaksanakan subuh berjamaah.

“Bisa melaksanakan subuh berjamaah bersama Kadisdikbud Aceh sangat istimewa, mudah-mudahan kedepan Kadis akan tetap aktif setiap kegiatan di kabupaten/kota dan bisa kembali berjamaah bersama,” ucap Munzir.

Sementara itu pesannya, PGRI tetap sebagai mitra pemerintah. Jika ada anggota berbicara keras dan lantang bukan maksud untuk menjatuhkan pemerintah, namun untuk berjuang meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Bupati Dulmusrid saat membuka konferensi meminta PGRI dapat terus mengawal berlangsungnya pendidikan di Aceh Singkil. Sebab maju mundurnya pendidikan di daerah bergantung kepada guru dan Dinas Pendidikan. (B25)

BERBAGI