Sabtu, Juli 20, 2024
Google search engine
BerandaAceh Ranking 1 Termiskin, Bupati Akmal: Pemimpin Aceh Terancam Masuk Neraka

Aceh Ranking 1 Termiskin, Bupati Akmal: Pemimpin Aceh Terancam Masuk Neraka

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kenyataan Provinsi Aceh menjadi daerah nomor 1 terbanyak angka kemiskinannya (ranking 1) di Sumatera, adalah sebuah ironi dan cukup tragis, padahal Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang mendapat dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Sebuah ironi dan tragis saat kita menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang mendapatkan dana Otsus. Juga satu-satunya negeri yang berpundamen syariat Islam di Sumatera,” kata Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, dalam perbincangannya dengan Waspadaaceh.com, Rabu kemarin (18/7/2018).

Pernyataan Akmal Ibrahim ini terkait dengan paparan BPS yang menyebut Aceh menduduki peringkat pertama angka kemiskinan se-Sumatera. Persentase penduduk miskin Aceh pada periode Maret 2018 mencapai 893 ribu orang atau 15,97 persen, meningkat 0,05 poin persen dibandingkan sebelumnya.

Perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, penduduk miskin di Aceh bertambah 10 ribu orang dibandingkan bulan September 2017 yang hanya 829 orang atau 15,92 persen (waspadaaceh.com, 16 Juli 2018).

Bupati Abdya ini mengatakan, ada 23 ayat Quran yg mengingatkan tentang kemiskinan, dengan berbagai ancaman yang sangat keras. “Kalau data BPS itu benar, secara syariat, semua Pemimpin Aceh, termasuk saya, terancam akan masuk neraka,” ujar mantan editor senior di sebuah harian di Aceh ini tegas.

“Ayo aktivis dan ekonom, kita analisis APBA dalam 10 tahun terakhir. Kita bedah APBA. Kemana duit rakyat dibawa. Berapa anggaran gaji dan operasional pemerintah, dan berapa anggaran yang mendukung sektor produksi rakyat. Nanti akan terlihat dan terjawab itu semua,” lanjutnya penuh semangat.

Menurut Akmal Ibrahim, bila rancangan anggaran tidak terkait dengan sektor produksi dan infrastruktur pendukungnya, maka yang katanya bicara demi rakyat, untuk kesejahteraan rakyat, bahkan untuk mengurangi kemiskinan, adalah bohong-bohongan yang sudah dibuktikan oleh waktu.

“Bila kita membiarkan ini, aktivis dan ekonom juga akan masuk neraka karena membiarkan Aceh jadi keledai. Jatuh di lubang yang sama, yaitu lubang kemiskinan,” kata bupati yang lebih aktif berada bersama petani dan peternak ini.

Bupati Akmal Ibrahim ini memang dikenal giat mengajak warganya untuk menggali potensi yang ada di daerahnya sendiri. Seperti di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk itu Akmal telah membangun usaha peternakan, budidaya perikanan, pertanian, perkebunan dan lainnya, sebagai contoh bagi rakyatnya. (b.01)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER