BerandaBeritaRudal Iran Hantam Kota Haifa, 4 Warga Israel Tewas

Rudal Iran Hantam Kota Haifa, 4 Warga Israel Tewas

Haifa (Waspada Aceh) – Serangan rudal balistik yang diluncurkan Iran ke kota Haifa, Israel, pada Minggu (5/4/2026) waktu setempat, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan material yang signifikan.

Hingga saat ini, laporan-laporan menyebutkan, tim penyelamat telah menemukan empat jenazah dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan tersebut.

Menurut keterangan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat, pada Senin pagi, setelah berjam-jam melakukan operasi gabungan bersama Komando Pertahanan Dalam Negeri, pasukan Israel berhasil mengevakuasi dua orang yang terjebak di bawah reruntuhan namun sayangnya sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kedua korban pertama yang ditemukan tersebut adalah seorang pria dan seorang wanita lansia. Beberapa jam kemudian, tim penyelamat kembali menemukan jenazah korban ketiga, yaitu seorang pria berusia 40-an.

Tak lama berselang, ditemukan pula jenazah seorang wanita berusia 35 tahun. Penemuan jenazah terakhir ini terjadi sekitar 18 jam setelah rudal menghantam lokasi tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu malam, petugas tanggap darurat telah melaporkan bahwa terdapat empat orang yang dinyatakan hilang kontak pasca serangan. Mereka juga memperingatkan bahwa bangunan yang terkena dampak memiliki risiko “serius” untuk runtuh total.

Hingga berita ini diturunkan, identitas seluruh korban tewas belum diumumkan secara publik.

Selain korban jiwa, serangan ini juga menyebabkan sejumlah warga terluka. Melansir laporan Times of Israel, seorang pria berusia 82 tahun mengalami luka yang dikategorikan parah.

Di sisi lain, serangan lanjutan yang kembali menargetkan area yang sama juga dilaporkan terjadi. Serangan baru ini mengakibatkan empat orang lainnya mengalami luka ringan serta menambah kerusakan pada bangunan dan lingkungan sekitar.

Kejadian ini menambah ketegangan situasi keamanan di kawasan tersebut, dan hingga kini belum ada pernyataan resmi lebih lanjut mengenai respons atau langkah selanjutnya dari pihak terkait. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER